Bahasa Arab Jadi Kode Rahasia dalam Korupsi Pengadaan Alquran

Jum'at, 29 Juni 2012
Bahasa Arab Jadi Kode Rahasia dalam Korupsi Pengadaan Alquran
Permainan suap menyuap saat ini identik dengan penggunaan kode-kode, hal ini juga terjadi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Al Quran. Dalam kasus ini para pelaku menggunakan istilah-istillah berbahasa Arab dalam percakapan mereka.

Penyidik KPK sempat dibuat bingung dengan adanya kode-kode ini. Namun hal ini terpecahkan setelah di trasnlate ke bahasa Indonesia. Kode-kode bahasa Arab ini digunakan untuk melakukan pertemuan tersembunyi, pemberitahuan adanya proyek dan juga mengenai imbalan.

"Mereka menggunakan bahasa-bahasa Arab seperti Toyyib (baik) dan Maktab (tempat atau pemondokan). Menyelidiki kasus ini, kita benar-benar dibuat mengelus dada," ujar salah seorang pejabat KPK yang menangani kasus ini seperti dilansir dari Detiknews.

Pejabat ini mengambil kesimpulan, istilah-istilah yang digunakan para 'pemain' terkait dengan lingkungan mereka. Istilah bahasa Arab muncul karena lingkungan mereka ada di Kemenag dan Komisi VIII yang membidangi agama.

"Kalau wisma atlet itu sepertinya mereka memang biasa makan buah-buahan," ujarnya setengah berkelakar.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan sprintdik (surat perintah dimulainya penyidikan)sudah keluar dengan penetapan anggota DPR berinisial ZD sebagai tersangka terkait proyek senilai Rp 35 miliar pada 2011 ini.
(Foto @Republika.co.id/rha)
Komentar