Korban Pemerkosaan tentara Assad Diperbolehkan Aborsi

Selasa, 12 Juni 2012
Korban Pemerkosaan tentara Assad Diperbolehkan Aborsi
Ulama tersohor Arab Saudi, Syekh Ali al-Maliki menyampaikan hasil debatnya dengan ulama Islam setempat dimana hasil tersebut menghasilkan fatwa yang memperbolehkan para perempuan Suriah menggugurkan kandungannya yang merupakan akibat dari pemerkosaan pasukan pemerintah atau milisi Shabiha. 

Dia beralasan pemerkosaan lebih keji ketimbang pembunuhan. "Bekas cedera di tubuh dapat disembuhkan, namun sisa luka di hati sulit dihilangkan," katanya, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Senin (11/6). 

Hal ini diputuskan berdasarkan pertimbangan dimana banyak perempuan menjadi korban pemerkosaan selama konflik bersenjata di Suriah. PBB pun menuding jika rezim Basyar al-Assad memakai gadis-gadis cilik yang dilecehkan sebagai perisai hidup.

Terdapat perbedaan pandangan dalam Islam soal aborsi. Beberapa berpendapat jika aborsi diperbolehkan maksimal pada usia kandungan tiga bulan sebelum janin bernyawa. Disisi lain menyebutkan jika kandungan boleh digugurkan bila mengancam nyawa ibu.

(Ilustrasi Foto @fsi.stanford.edu)
Komentar