Taman Cantik di Malang ini Bekas Bantaran Kali Tak Terurus

Kamis, 21 April 2016 17:00
Taman Cantik di Malang ini Bekas Bantaran Kali Tak TerurusTaman bekas bantaran kali di Kota Malang @detik.com

Taman cantik yang membentang di sepanjang pinggir Sungai Amprong mengalir di wilayah Kelurahan Kedungkandang, Kota Malang menjadi sarana edukasi warga setempat. Padahal, dulunya taman ini merupakan bantaran kali yang tak terurus.

"Selama empat bulan kami membuat taman ini secara gotong royong. Dananya swadaya dari masyarakat," cerita Ketua RW setempat, Agus Surahman.

Menurut Agus, warga prihatin sebab selama ini tidak memiliki ruang publik, termasuk tempat bermain anak-anak karena kertebatasan lahan.

"Dari pertemuan rutin, kami coba gagas memanfaatkan lahan dekat sungai ini. Tanah ini milik Dinas Pengairan Pemprov Jatim, kami mencoba untuk meminta izin mengubahnya jadi ruang terbuka hijau. Ternyata disetujui, mau tidak mau kita harus bekerja. Karena usulan dari, dananya pun secara gotong royong. Begitu juga selama pengerjaannya," beber Agus.

taman-malang.

Warga pun bahu membahu mempermak lahan sepanjang 172 meter persegi itu menjadi prasarana yang layak. Selain dibuat taman, juga diberikan gazebo, tempat duduk permanen dan kayu yang langsung menghadap ke aliran sungai. Beragam tanaman kecil menghiasi tempat yang tadinya kumuh itu.

"Kami desain sendiri, gazebo, serta taman. Rencananya tahap kedua, akan kami tambah ruang bermain bagi anak-anak," ujar Agus didampingi warga.

Untuk pendanaan, ujar Agus, warga mendapat bantuan pemerintah daerah sebesar Rp 20 juta bersumber dari PAK APBD Kota Malang.

"Jika ditotal, taman ini menghabiskan dana hampir Rp 200 juta. Dukungan dari pemerintah Rp 20 juta, sisanya warga gotong royong mengumpulkan dana," aku Agus seraya bangga.

Pada Minggu (17/4) lalu, taman buatan warga ini diresmikan oleh Wali Kota Malang Moch Anton.

taman-malang-2.j

"Selama ini bantaran sungai tidak dimanfaatkan, akan lebih membahayakan lagi. Seperti dibangun permukiman liar, jadi dengan adanya taman edukasi ini sudah menunjukkan masyarakat mengerti mana yang baik dan mana yang tidak baik," ungkap Anton.

Anton mengapresiasi kesungguhan warga membuat taman bermain secara swadaya. Dia berharap hal ini bisa menjadi contoh wilayah lain yang memiliki bantaran kali tak terurus.

"Seperti ini bisa dijadikan contoh, untuk memanfaatkan lingkungan yang ada. Bantaran sungai tidak lagi membahayakan, namun dapat dijadikan sebagai ruang terbuka hijau dan wisata," ujarnya.

"Kami sangat mengapresiasi, ini bagus. Karena banyak daerah lain, warganya tinggal di bantaran sungai," tutup pria yang biasa dipanggil Abah Anton tersebut. Demikian dilansir dari Detik.

(Nay)
Komentar