Politisi Muslim Mundur Usai Menolak Jabat Tangan Bukan Muhrimnya

Kamis, 21 April 2016 14:00
Politisi Muslim Mundur Usai Menolak Jabat Tangan Bukan MuhrimnyaYasri Khan @mirror.co.uk

Politikus Swedia dari Partai Hijau, Yasri Khan, mengundurkan diri setelah menolak berjabat tangan dengan reporter wanita sebab tidak ingin melanggar imannya.

Khan adalah politisi muslim kedua dari Partai Hijau yang mengundurkan diri karena insiden jabat tangan dengan bukan muhrimnya.

Sebelumnya, Khan wawancara dengan reporter wanita dari TV4. Saat itu Khan menaruh kedua tangannya di dada sebagai simbol ucapan pengganti salam.

"Masyarakat bisa saling menyapa dengan cara berbeda. Yang paling penting adalah untuk menunjukkan rasa hormat dengan melihat satu sama lain," kata Khan, dilansir dari Daily Mail.

Khan yang juga menjabat ekretaris Jenderal Organisasi Muslim Swedia untuk Perdamaian dan Keadilan, ini menuai kritikan keras dari partainya karena alasan mundurnya itu.

"Hal ini tidak dapat diterima. Anda tidak dapat memiliki seorang pria di partai yang tidak bisa menyapa wanita sebagaimana Anda menyapa seorang pria," ucap Stina Bergstrom, anggota parlemen dari Partai Hijau.

Namun, Khan balik mengecam orang-orang yang menyerangnya karena mundur, meski dia tak menjelaskan alasan jelas pengunduran dirinya.

"Dalam iklim politik saat ini, berpolitik adalah hak saya dan jika saya ingin menjadi badut sirkus media," ujar Khan.

Sebelum Khan, mantan Menteri Dalam Negeri Mehmet Kaplan, muslim keturunan Turki, mengundurkan diri setelah merebak pemberitaan dirinya yang membuat pernyataan kontroversial tentang politik Israel terhadap Palestina.

(Nay)
Komentar