Debt Collector Tarik Paksa Motor di Jalan Bisa Dipenjara 12 Tahun

Kamis, 21 April 2016 10:30
Debt Collector Tarik Paksa Motor di Jalan Bisa Dipenjara 12 TahunIlustrasi @kompas.com

Kasus penarikan sepeda motor secara paksa oleh debt collector bisa dikategorikan sebagai tindak pidana. Kejadian seperti ini berulang kali terjadi di Kota Semarang Serta di kota lain.

Kapolsek Gayamsari Kompol Dili Yanto mengatakan, penarikan paksa sepeda motor yang dilakukan debt collector tidak bisa dibenarkan. Menurut dia, prosedur penarikan kendaraan bermotor sudah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.130/PMK.010/ 2012 tentang pendaftaran Fidusia bagi perusahaan pembiayaan.

"Kasus penyitaan hanya boleh dilakukan oleh pihak pengadilan. Dengan peraturan Fidusia tersebut, pihak leasing atau kreditur tidak boleh meminta paksa melalui jasa debt collector," kata Dili, di sela razia debt collector yang biasa mangkal di kawasan Citarum dan Jalan Kartini.

Lebih lanjut, saat dilakukan penyitaan oleh pihak pengadilan, akan diberikan denda kekurangan pembayaran kredit motor tersebut. Dili menambahkan, apabila masih ada debt collector yang mengambil paksa kendaraan bermotor di jalan, bisa dikenakan pasal 365 KUHP tentang perampasan.

"Meminta paksa kendaraan bermotor di jalan merupakan tindak kekerasan atau perampasan, mereka bisa diancam pasal 365 KUHP dengan hukuman 12 tahun penjara," tandasnya.

(Nay)
Komentar