Ruhut: Ketua BPK Mundur Sajalah, Malu! Kodok Jokowi Bisa Tertawa

Rabu, 20 April 2016 19:15
Ruhut: Ketua BPK Mundur Sajalah, Malu! Kodok Jokowi Bisa TertawaKetua BPK Harry Azhar Aziz @kompas.com

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Azis didesak mundur dari jabatannya. Dorongan itu muncul dari anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ruhut Sitompul.

Menurut kader Dermokrat itu, ada tiga alasan kenapa Harry harus mundur. Pertama, nama Harry masuk dalam dokumen Panama Papers.

"Siapa bilang Panama Papers ada benarnya. Benar di mana? Kalau uang halal kenapa harus disimpan di luar negeri," kata Ruhut, Rabu (20/4) beberapa jam lalu.

Alasan kedua, pada Panama Papers itu Harry mencantumkan alamat gedung DPR sebagai alamat perusahaannya.

"Selama di DPR itu, dia menggunakan semua bisnisnya di dalam dan luar negeri menggunakan alamat kantor DPR. Apa enggak keterlaluan?" ujar Ruhut.

Ketiga, Harry belum melaporkan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) kepada KPK sejak tahun 2010.

"Atas tiga alasan ini, Ketua BPK lebih baik mundur sajalah. Malu. Jangan kau bikin karena kelakuan kau kodok dan kecebong Jokowi ketawa," ujar politisi Partai Demokrat ini.

Sebelumnya desakan agar Harry meninggalkan jabatannya sebagai Ketua BPK juga diutarakan oleh peneliti di Pusat Kajian Anti-Korupsi (Pukat) UGM, Hifdzil Alim.

"Jika Harry terbukti menyembunyikan kekayaan, dia harus mengundurkan diri," katanya.

Pun demikian dengan, pengamat hukum tata negara dari Universitas Atmajaya Yogyakarta, Riawan Tjandra, juga meminta Harry mundur sebab tidak melaporkan kekayaannya.

"Kalau terbukti ilegal, bukan hanya harus mundur, tapi juga harus ditindak pidana," kata Riawan.

Selain itu, muncul petisi di situs Change.org bertajuk "Miliki Perusahaan Offshore di Panama, Ketua BPK Harus Mundur!" yang didukung oleh 29.683 orang. Demikian dilansir dari berbagai sumber.

(Nay)
Komentar