Mahasiswa Diusir Pesawat Amerika Usai Berbicara Bahasa Arab

Selasa, 19 April 2016 15:00
Mahasiswa Diusir Pesawat Amerika Usai Berbicara Bahasa ArabKhairuldeen Makhzoomi @cnn.com

Seorang mahasiswa kampus Universitas California di Berkeley, Amerika diusir dari pesawat karena dirinya berbicara bahasa Arab. Khairuldeen Makhzoomi, dicurigai penumpang lain ketika mengobrol dengan pamannya di Baghdad.

Saat kejadian, Makhzoomi tengah duduk di kabin pesawat rute Los Angeles-San Francisco. Sebelum mematikan ponselnya, dia berbicara dengan pamannya menggunakan bahasa Arab.

Menurut Makhzoomi, dia didatangi oleh seorang pramugari dan diminta turun dari pesawat. Di bandara, Makhzoomi sudah disambut oleh petugas keamanan.

"Saya kecewa. Saya katakan pada mereka 'inilah gambaran Islamophobia itu'. Sungguh saya kecewa. Kemudian mereka malah meminta saya untuk tidak naik pesawat dan malah memanggil FBI," serunya, dilansir dari Reuters, Senin (18/4).

Penumpang di kabin mengaku mendengar Makhzoomi mengucapkan kata 'shahid' yang berarti martir. Tapi pelajar itu membantahnya, dia mengatakan 'inshallah'.

Pihak maskapai Southwest Airlines menjelaskan tidak melakukan pengusiran terhadap penumpang siapapun. Mereka juga telah mengembalikan tiket pesawat Makhzoomi.

Makhzoomi merupakan keluarga pengungsi Irak pada 2002. Ayahnya merupakan diplomat di era Saddam Hussein.

Dia dan keluarganya dari Yordania mengungsi ke AS. Soal percakapannya dengan sang paman, Makhzoomi menyampaikan kegembiraannya karena melewatkan makan malam bersama Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon.

(Nay)
Komentar