Ilmuwan Israel Coba Temukan Penulis Alkitab

Sabtu, 16 April 2016 16:10
Ilmuwan Israel Coba Temukan Penulis AlkitabIlustrasi Alkitab kuno @wisegeek.org
Pakar matematika dari Universitas Tel Aviv Israel, Ariel Shaus telah mengembangkan program kecerdasan buatan yang dapat mempelajari tata cara tulis-menulis orang-orang sebelum era Yesus untuk mengungkap penulis bagian awal Alkitab atau Perjanjian Lama.

Program tersebut meneliti sebuah karya tulis peninggalan Yehuda (1000SM - 586SM) yang banyak disebut di Alkitab. Penelitian ini menunjukkan bahwa penduduk Yehuda sudah berkomunikasi dengan tulisan lewat potongan keramik layaknya memo, disebut Ostraca.

Bersama dengan timnya, Shaus mengumpulkan 16 Ostraca dari beberapa benteng militer di bagian selatan Yehuda yang kini letaknya tak jauh dari Yerusalem. Kumpulan Ostraca itu kemudian diketahui telah berusia 600 tahun sebelum masehi menggunakan sebuah program kecerdasan.

"Ini adalah penemuan yang sangat mengejutkan," ujar Shaus yang menyimpulkan bahwa orang-orang kerajaan Yehuda sudah bisa menulis dengan sangat baik dan kompleks saat itu.

Kendati demikian, Shaus mengakui jika upaya mengungkap penulis Alkitab tak berhenti di sini. Sebab, sebelumnya ada penemuan bagian Alkitab lain yang mengindikasikan jika Perjanjian lama ditulis 800 tahun sebelum masehi.

Ia percaya jika di era tersebut hanya mereka yang menduduki kasta tertinggi seperti bangsawan atau petinggi militer saja yang mampu menulis dengan baik. Artinya, Alkitab kemungkinan ditulis oleh kalangan atas.
(mks)
Komentar