Ini Derita Menjadi Pegawai Google

Sabtu, 16 April 2016 10:45
Ini Derita Menjadi Pegawai GooglePegawai Google @trendynews.com
Induk perusahaan Google, yakni Alphabet saat ini tercatat sebagai perusahaan paling bernilai di dunia. Perusahaan yang kini dipimpin Larry Page tersebut mempunyai nilai market sekitar Rp 7,5 triliun mengalahkan Apple (Rp 7,25 triliun).

Banyak faktor yang membuat perusahaan tesebut diminati orang-orang dunia untuk ikut bergabung dan bekerja di sana (juga di Google).

Namun, dari pengakuan mantan pegawai di Google disebutkan bahwa bekerja di perusahaan Amerika Serikat itu tidak seenak yang dibayangkan banyak orang. Justru sebaliknya, mereka mengaku mendapat banyak hal negatif.

Asing dari teknologi lain

Secara otomatis, pegawai Google akan berkutat dengan software buatan Google. Dengan demikian banyak pegawai Google yang hanya akrab dengan produk-produk yang dikembangkan perusahaannya.

Mantan pegawai Google, Jesse McGrew mengatakan jika dirinya merasa terkucilkan dan asing dengan software lain. Ia selalu tak bisa membagikan ilmu yang ia dapat kepada orang lain di luar perusahaan karena terikat dengan Google.

Susah naik jabatan atau tak berkembang

Juga mantan pegawai Google, Stephen Kurtzman yang ahli dalam software sangat sulit berkembang di perusahaan ini. Hal ini tak lain adalah karena mayoritas pekerja memiliki kemampuan melebihi dari tuntutan pekerjaan. Dampaknya, mereka tidak mendapat lingkungan yang menantang dan ujung-ujungnya skill tidak berkembang.

Bagi pekerja baru, ini adalah kabar buruk karena tahun-tahun awal merupakan masa paling penting bagi sisa karir di masa depan. Selain itu banyak rekan kerja Kurtzman yang jenius merasa susah naik jabatan di Google.

Manajemen buruk

Kurtzman juga mengatakan salah satu alasan banyak orang meninggalkan Google, yakni bosan akibat mengerjakan hal-hal yang di bawah kemampuan pekerja. Pekerjaan yang dilakukan di Google banyak yang membuat pekerja tidak terpuaskan secara intelektual dan profesional.

Parahnya, beberapa mantan pegawai Google setuju jika manajemen yang ada di perusahaan dunia ini terbilang buruk. Banyak yang mengatakan manajer di Google memiliki IQ rendah sehingga tidak mampu menginpirasi bawahannya.

Merasa tak spesial

Google hanya mempekerjakan orang yang sangat cerdas saja. Pegawai Goole Hamburg, Lutz Enke mengatakan jika semua rekan kerjanya jenius dan berkontribusi besar pada perusahaan. Hal inilah yang membuat pegawai lain merasa tak spesial.

Mantan pegawai Google, Dmitry Belenko juga mengatakan hal yang sama. Ia mengatakan jika bekerja di Google membuat banyak orang harus rela berkompromi dengan ego. Banyak orang cerdas yang kemudian minder dan merasa tak terlalu berguna di Google.
(mks)
Komentar