Biaya Urus Sertifikat Tanah Rp 50 Ribu, Awas Calo!

Jum'at, 15 April 2016 17:00
Biaya Urus Sertifikat Tanah Rp 50 Ribu, Awas Calo!Menteri ATR Ferry Mursyidan Baldan @kompas.com

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) akan menerapkan sistem pengurusan sertifikat bagi perseorangan atau perusahaan melalui loket-loket BPN.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ferry Mursyidan Baldan mengatakan, dengan mengurus sendiri tanpa perwakilan atau calo, maka penerbitan sertifikat justru lebih mudah.

"Pertama, datang ke loket BPN, nanti diberi barcode atau PIN. Kalau ketemu si A, si B, ya kita susah (melacaknya)," ujar Ferry di Garut, Jawa Barat, Rabu (13/4).

Dia meminta masyarakat mengurus sendiri ke loket BPB dan meminta bukti pembayaran.

Sebabnya, seluruh besaran biaya layanan pertanahan telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 128 Tahun 2015 tentang Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Biaya yang diatur untuk administrasi mengurus tanah, yaitu Rp 50.000.

Apabila masyarakat sudah mendapat barcode, pengurusan akan selesai maksimal tujuh hari. Jika pada hari-8 belum selesai, masyarakat bisa mengadukan kembali ke BPN.

"Kami bisa lacak dengan adanya barcode secara online. Makanya, kalau beli tanah, tanya BPN," tutur Ferry. Demikian dilansir dari Kompas.

(Nay)
Komentar