Teroris Filipina Penggal 2 Tawanan, 10 WNI Segera Bebas

Jum'at, 15 April 2016 10:15
Teroris Filipina Penggal 2 Tawanan, 10 WNI Segera BebasKelompok militan muslim di Filipina @asiaone.com

Kelompok militan Filipina yang dekat dengan ISIS kembali memancung dua tawanan.

Polisi menemukan dua mayat pria tanpa kepala pada Selasa (12/4), sembilan hari setelah diculik.

"Salvador Hanobas dan Jemark Hanobas dipenggal oleh penculik. Penduduk setempat membawa kepala dan mayat mereka ke kantor wali kota," kata Kepala polisi provinsi Lanao del Sur, Rustom Duran.

Duran mengatakan, pelaku adalah kelompok yang sama yang menyerang militer Filipina dan membunuh tiga tentara Februari lalu.

Pemberontakan separatis muslim telah terjadi selama lebih dari 40 tahun di Filipina selatan. Diperkirakan korban tewas mencapai 120.000 orang.

Sementara itu, nasib 10 WNI yang diculik kelompok Abu Sayyaf dilaporkan dalam kondisi selamat pasca kontak bersenjata antara militan dengan tentara Filipina.

"Tidak lama lagi akan dibebaskan dalam keadaan sehat," ujar Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu.

Dia memastikan tidak ada agresi militer untuk penyelamatan para sandera. "Kalau kita lakukan ageresi militer siapa yang akan bertanggungjawab jika para sandera tewas dibunuh mereka," kata dia.

Pihaknya lebih memilih langkah negosiasi dengan kelompok Abu Sayyaf. "Dana untuk tebusan disiapkan oleh yang punya perusahaan, jadi tidak masalah," tandasnya. Demikian dilansir dari berbagai sumber.

(Nay)
Komentar