Dua Petugas Pajak Dibunuh Pengusaha Pengemplang Rp 14 Miliar

Kamis, 14 April 2016 19:30
Dua Petugas Pajak Dibunuh Pengusaha Pengemplang Rp 14 MiliarPetugas pajak dibunuh pengusaha karet @kriminalitas.com

Dua petugas perpajakan Parado Toga Fransriano Siahaan (30) dan Sozanolo Lase (35) tewas dibunuh pengusaha karet di Jalan Yos Sudarso, Desa Hilihao, KM 5 Gunungsitoli, Selasa (12/4) sore. Pelaku bernama Agusman Lahagu alias Ama Tety (45) merupakan wajib pajak yang ditagih korban.

Menurut informasi yang berkembang, Parado yang bertugas sebagai juru sita mendatangi tempat usaha pelaku untuk menagih tunggakan pajak sebesar Rp 14 miliar. Saat itu Parado ditemani Sozanolo, honorer yang bertugas di KP2KP (Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan) Gunung Sitoli.

Saat berada di lokasi, Parado menayakan kapan tunggakan pajak itu akan dibayarkan. Namun entah kenapa, pelaku marah-marah. Adu mulut pun tak terhindarkan, sampai akhirnya pelaku menikam kedua korban hingga tewas.

Pelaku Lahagu beberapa jam kemudian menyerahkan diri ke Polres Nias. "Pelaku sudah menyerahkan diri ke Polres Nias," ujar Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Komisaris Besar Polisi Helfi Assegaf.

Kabar tewasnya dua petugas pajak saat bertugas itu sampai terdengar Presiden Jokowi. Presiden meminta penegak hukum mungusut tuntas dan menghukum pelaku pembunuhan kedua pegawai pajak tersebut.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Ken Dwijugiasteadi, menilai kematian dua pegawai pajak itu adalah keteledoran. Sebab, seharusnya surat penagihan tunggakan pajak itu diberikan ke kantor wajib pajak di Sibolga.

"Rekan-rekan Ditjen Pajak Sibolga menganggap daerah Nias tidaklah rawan. Lantaran tidak rawan, dua petugas juru sita pajak DJP Sibolga menyampaikan surat penagihan pajak atau surat paksa ke Nias (lokasi kebun karet)."

(Nay)
Komentar