Disebut di Panama Papers, Ahok Tantang Anggota BPK Buktikan Kekayaan

Kamis, 14 April 2016 16:30
Disebut di Panama Papers, Ahok Tantang Anggota BPK Buktikan KekayaanGubernur Ahok @liputan6.com

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menantang anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) membuktikan kekayaan mereka.

"Makanya saya tanya yang duduk di BPK berani tidak buktikan hartanya dari mana? Jadi jangan ngomong asal ngomong di Republik ini, begituloh," ujar Ahok di Balai kota DKI Jakarta, Rabu (13/4).

Ahok juga mengancam akan membersihkan institusi pemeriksa keuangan milik negara jika dirinya menjadi presiden.

"Supaya saya berantas munafik-munafik yang enggak bisa buktikan (kekayaannya)," tutupnya.

Tantangan Ahok itu bukan tanpa alasan, sebab nama Ketua BPK Harry Azhar Azis terdaftar dalam skandal Panama Papers.

Saat ditanya soal tersebut, Harry menegaskan dirinya tidak bersalah dalam skandal Panama Papers.

"Apakah Panama Papers itu salah? Saya tidak bersalah," ujarnya dengan nada tinggi.

Ketika ditanya apakah BPK akan memeriksa skandal Panama Papers, Harry menjawab dengan ketus, "Tanya ke Dirjen Pajak. Panama Papers bukan kerugian negara. Transaksi nol."

Nama Harry tercantum dalam dokumen Panama Papers sebagai pemilik perusahaan offshore Sheng Yue International Limited.

Perusahaan itu dia akui sebagai miliknya namun sudah berpindah tangan.

"Kalau saya menghindari pajak, pasti ada transaksi. Semenjak saya mendirikan, perusahaan itu tidak ada transaksi. Perusahaan itu bukan milik saya lagi," tukas Harry.

(Nay)
Komentar