Tak Becus Bekerja, Robot di China Dipecat

Selasa, 12 April 2016 21:30
Tak Becus Bekerja, Robot di China DipecatRobot pelayan restoran @dailymail.co.uk
Kekhawatiran manusia terhadap kecerdasan buatan yang disematkan pada robot sepertinya cukup masuk akal. Bagaimana tidak, ilmuwan telah memprediksi bahwa keberadaan robot cerdas akan menggantikan setengah dari pekerjaan manusia.

Ahli komputer, Moshe Vardi memperkirakan dalam waktu 30 tahun ke depan, 50 persen populasi manusia akan kehilangan pekerjaan mereka karena tergantikan robot.

Meski kebanyakan orang berpendapat jika robot memiliki kedisiplinan tinggi dan tak punya lelah, namun bukan berarti robot mampu melakukan semua pekerjaan dengan sempurna. Terbukti, restoran di China memecat pegawai robotnya karena tidak kompeten dan membuat rugi.

Dua dari tiga restoran telah menutup bisnis mereka setelah menemukan bahwa robot pramusaji yang mereka pekerjakan tidak dapat melakukan pekerjaan sederhana, seperti menanyakan pesanan pelanggan atau sekadar menuangkan minuman, dilansir Telegraph.

Parahnya, robot tersebut juga terus rusak sehingga kerap kali mendapat protes dari pengunjung. Karena itulah restoran pun memutuskan untuk memecat pekerja robot dan kembali mempekerjakan manusia.

Salah seorang supervisor di restoran mengatakan, "Mobilitas dari staf catering memang hebat. Pada awalnya, kami merekrut 6 robot untuk melayani pelanggan. Tapi setelah satu tahun, kami hanya mempekerjakan satu."

"Kemampuan mereka terbatas. Mereka tidak bisa menuangkan air untuk pelanggan. Mereka juga tidak bisa mengambil pesanan," lanjutnya.

Ahli robot dari University of Technlogy Guangdong, Zhang Yun mengatakan jika robot akan mampu melakukan pekerjaan dengan sangat baik ketika ditugaskan untuk melakukan pekerjaan berulang, namun untuk berinteraksi dengan manusia robot tentu akan bermasalah.
(mks)
Komentar