Stres, Terdakwa Korupsi Dilarikan ke Rumah Sakit Jiwa

Sabtu, 02 April 2016 11:00
Stres, Terdakwa Korupsi Dilarikan ke Rumah Sakit JiwaIlustrasi @kompas.com

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan, Sumatera Utara, memerintahkan jaksa membawa terdakwa Fahruddin Siregar yang tersangkut korupsi ke rumah sakit jiwa untuk dilakukan observasi, sebab diduga mengalami gejala stres.

"Menetapkan dan memerintahkan kepada jaksa untuk melakukan penanganan medis terdakwa, yang mempunyai kelainan jiwa, sehingga tidak dapat mempertanggungjawaban perbuatannya, seperti tertuang dalam pasal 44 KUHP," ujar majelis hakim diketuai oleh Sayuti di ruang utama Pengadilan Tipikor Medan, Sumut, Jumat (1/4), dilansir dari Viva.

Menurut penasihat hukum terdakwa, Khilda Handayani, dalam pemeriksaan penyidik Kejari Labura pada 3 November 2015, sudah diketahui jika kliennya adalah pasien Rumah Sakit Jiwa Bina Karsa Medan.

"Penetapan hakim untuk mengobservasi kesehatan terdakwa sebagai wujud penegakan hukum yang profesional. Seharusnya, observasi bisa dilakukan saat penyidikan, untuk menghindari terdakwa sakit jiwa diadili," ujar Khilda.

Fahruddin Siregar merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan barang di Alkes Dinkes Labura, Sumatera Utara. Dia didakwa melakukan korupsi alat kesehatan Kedokteran pada Dinas Kesehatan Labuhanbatu Utara Tahun 2010 bersama Siti Roilan Siregar selaku Plt Kadis Kesehatan Labura selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) dan dokter Asal Meliala selaku Ketua Panitia Pengadaan Barang serta Adi Supardi selaku Direktur CV Agta Medica, dengan kerugian negara sebesar Rp 489 juta.

(Nay)
Komentar