Leonardo DiCaprio Bakal Dideportasi dari Indonesia?

Jum'at, 01 April 2016 15:40
Leonardo DiCaprio Bakal Dideportasi dari Indonesia?Leonardo DiCaprio @univbatam.ac.id
Kunjungan aktor peraih Oscar sekaligus aktivis lingkungan, Leonardo DiCaprio ke Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Indonesia pada Minggu (27/3) lalu memang sukses membuat heboh publik. Meski datang dengan tujuan mulia, rupanya kunjungan Leo justru membuat anggota DPR RI merasa curiga.

"Sasarannya jelas. Pasti dia akan menembak perkebunan kelapa sawit dengan membungkusnya soal lingkungan," ujar Firman Subagyo, seperti dikutip Republika. Anggota Komisi IV DPR ini menganggap kedatangan Leonardo ke Aceh disponsori sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ingin menggunakan kedok kepentingan alam untuk merusak kedaulatan bangsa.

"Oleh karena itu, saya sampaikan kepada Kepala BIN dan Kapolri untuk menindak tegas terhadap kelompok-kelompok tersebut. Saya minta (Ditjen) Imigrasi untuk mendeportasi Leonardo apabila dia terbukti melakukan black campaign sawit kita," imbuh Firman.

Lewat foto-foto di Instagram, Leonardo memang menuliskan jika perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia merupakan penyebab utama kerusakan hutan hujan tropis di Sumatera Utara, begitu pula di wilayah Leuser. Oleh sebab itu keberadaan satwa-satwa langka di sana seperti orangutan dan gajah Sumatera semakin terancam.

Ucapan aktor 41 tahun itu juga ditanggapi sinis oleh pengusaha kelapa sawit, Asmar Arsyad. "Leonardo salah sasaran. Mestinya dia kampanye pelestarian lingkungan di hutan Amazon yang habis untuk perkebunan minyak nabati kedelai." kata Asmar.

Dilansir majalah Sawit Indonesia, tokoh masyarakat Aceh, Sabri Basyah, juga meminta badan imigrasi untuk mendeportasi Leonardo DiCaprio jika tetap ada di Indonesia. Pasalnya Sabri beranggapan jika Leo tak memiliki itikad baik pada Indonesia dan telah melecehkan perusahaan perkebunan kelapa sawit.

"Sayangnya Leonardo tidak mau bicara dengan pemangku kepentingan negara ini. Itu sebabnya, status visanya harus dipertimbangkan ulang. Kalau begini, pemberian bebas visa kunjungan kepada warga negara Amerika Serikat ternyata memberikan dampak buruk kepada kita," ungkap Sabri.

Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Ronny F. Sompie turut berkomentar, "Kalau ada pernyataan yang mendiskreditkan pemerintah maupun kepentingan Indonesia, dia bisa dideportasi. Karena dia sedang berada di Indonesia, (pihak) imigrasi punya hak mendeportasinya."

Ditjen Imigrasi memiliki wewenang untuk mendeportasi seseorang sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Kunjungan Leo ke Indonesia akan dipantau Ditjen Imigrasi, terutama karena visa Leonardo sendiri berlaku untuk kunjungan wisata.

"Sehingga kalau dia berada di Indonesia untuk keperluan lain, dengan melakukan aktivitas yang mengganggu ketertiban umum maupun mengganggu kepentingan Indonesia, maka Imigrasi siap mendeportasi," ucap Ronny.

Leo tak seorang diri ke Stasiun Penelitian Ketambe, ia juga mengajak aktor Hollywood lain, yakni Adrien Brody. Leo diketahui telah menggelontorkan jutaan dolar demi memenuhi misi penyelamatan lingkungan hampir di berbagai belahan dunia ini.

"Leonardo DiCaprio sendiri cukup intens dan penuh perhatian ketika di Ketambe. Karena Ketambe adalah merupakan habitat orangutan. Leonardo DiCaprio bisa melihat langsung, tiga orangutan dewasa, dan ketiganya memang hidup di Stasiun Penelitian Ketambe. Ketambe merupakan Stasiun Penelitian Orangutan tertua di Indonesia," ujar Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser Prama Wirasena.

Selain itu Prama menegaskan bila kunjungan Leonardo cuma kunjungan biasa tanpa maksud menebar misi khusus. "Dia ke Ketambe hanya observasi saja, lihat-lihat sambil mendengarkan penjelasan petugas," tandasnya.
(hdk)
Komentar