Ini Alasan Surabaya Tolak Transportasi Online

Rabu, 30 Maret 2016 16:10
Ini Alasan Surabaya Tolak Transportasi OnlineTransportasi online Go-Jek @tribunnews.com
Permohonan izin perusahaan layanan transportasi berbasis aplikasi seperti Go-Jek, Uber dan Grab dengan tegas ditolak oleh wali kota Surabaya, Tri Rismaharini.

"Jika di Surabaya, berkali-kali mau ketemu, saya tidak mau. Kenapa? Karena ini bahaya kalau gesekan di bawah ini. Saya tidak mau itu," ujarnya.

Risma tidak menampik kehadiran teknologi, ia hanya melihat adanya kompetisi yang tidak adil pada layanan transportasi online. Jika transportasi berbasis aplikasi mendapat subsidi dari perusahaan, maka angkutan umum sebaliknya.

Risma menjelaskan, "Nah di tingkat bawah ini, terus terang saya takut ada gesekan. Karena yang dapat subsidi pasti menang. Sementara yang tidak dapat, tidak. Kalau terjadi gesekan mengerikan sekali, karena ini urusan perut."

Menurutnya gesekan akan menjadi lebih mengerikan jika masing-masing pihak mendapat tekanan. Terlebih, saat ini angkutan umum sedang krisis, salah satunya karena kredit motor bisa dilakukan dengan mudah.

"Sekarang saja tidak ada tekanan, dengan adanya banyak motor, sopir taksi itu sudah... sudah itu lho.. Angkot saja sudah mati," ujarnya.

Pemerintah pusat sendiri saat ini sedang berusaha menertibkan usaha aplikasi berbasis aplikasi untuk memilih usaha bisnis aplikasi atau angkutan umum agar tidak rancau.

Jika mereka memilih sebagai usaha aplikasi, maka perusahaan harus menggandeng perusahaan operator angkutan umum yang sudah ada. Sementara untuk bisnis angkutan umum, harus mendaftar sebagai perusahaan umum dengan mengurus izin usahanya sekaligus mendaftarkan armada yang dioperasikan.

Akibat kericuhan yang terjadi beberapa waktu lalu, pemerintah pusat kini menetapkan agar taksi Uber dan GrabCar mematuhi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Darat. Mereka juga harus bergabung dengan operator angkutan yang legal.
(mks)
Komentar