Kodok Berkumis Duri Ditemukan di China

Selasa, 29 Maret 2016 13:30
Kodok Berkumis Duri Ditemukan di ChinaKodok Emei (Vibrissaphora boringii) @twitter.com
Kodok adalah hewan tak berbulu yang tentu juga tidak memiliki kumis, namun kodok yang ditemukan di China ini benar-benar mematahkan pandangan tersebut. Kodok Emei yang ditemukan di dekat Gunung Emei di Sichuan tampak memiliki kumis yang unik.

Kodok bernama latin Vibrissaphora boringii tersebut memiliki ukuran yang lebih besar dibanding kodok pada umumnya. Kumis yang ada padanya menjadikan hewan amfibi tersebut tampak garang.

Peneliti dari University of Guelph di Ontario, Kanada yang terlibat dalam penemuan kodok unik ini, Cameron Hudson juga menjelaskan cara bertarung sang kodok, "Mereka biasanya bertarung dengan cara bergulat," ujarnya.

Bentuk kumis tersebut tidak tampak seperti rambut, melainkan cenderung berupa duri yang tersemat di atas bibir. Ukuran pejantan yang lebih besar dari betina juga menggambarkan perilaku kekerasan fisik, terutama saat musim kawin.

Dalam penelitian disebutkan jika kodok Emei jantan memiliki perilaku kasar terhadap betina. Padahal pada spesies lain, perilaku kasar hanya dilakukan kepada sesama pejantan.

Hudson bersama peneliti lain, Jinzhong Fu memantau langsung perilaku kawin kodok unik ini selama dua musim berkembang biak. Mereka mengamati 77 kodok dan mengetahui kodok mana yang menguasai lokasi kawin.

Menariknya, kodok ini tak akan segan untuk menancapkan durinya kepada manusia yang hendak menangkapnya. "Setajam pensil," ujar Hudon menjelaskan seberapa kuat kumis duri tersebut.

Kodok Emei tinggal di hutan dan setiap Februari sampai Maret mereka menuju sungai untuk berkembang biak. Mereka berenang di sekitar batu dalam beberapa minggu nyaris tanpa makanan, sembari mendengus di bawah air untuk menarik perhatian betina.
(mks)
Komentar