Perbedaan Flu Biasa, Flu Burung Hingga Flu Babi

Rabu, 30 Maret 2016 05:00
Perbedaan Flu Biasa, Flu Burung Hingga Flu BabiIlustrasi ayam sakit @mirror.co.uk
Beberapa daerah di Indonesia hingga saat ini masih ada mudah terjangkit flu burung. Mengingat bahayanya flu burung, ternyata flu babi juga tak kalah berbahaya.

Kasus terparah flu burung yang disebabkan oleh penyebaran virus H5N1 ini bisa menyebabkan kematian. Apalagai penyebaran virus flu burung ini sangat cepat sekali dan sulit untuk dihindari.

Dilansir dari Webmd.com, berikut beberapa perbedaan gejala flu burung dengan flu biasa:

1. Flu burung biasanya disertai dengan frangitis atau infeksi tenggorokan, tonsilitis atau infeksi pada amandel dan masalah pernafasan lainnya. Gangguan kesehatan tersebut menyertai demam tinggi yang dialami oleh penderitanya.

2. Selain demam tinggi, maka penderita flu burung akan mengalami sesak napas yang hebat pula. Namun jika sudah seminggu demam tapi tak menunjukkan gejala sesak napas, kemungkinan itu adalah flu biasa.

3. Penderita flu burung juga akan mengalami mialgia atau gangguan nyeri pada otot tubuh mereka. Jika ada orang yang mengalami demam tinggi disertai dengan gangguan pernafasan dan mialgia setelah bersentuhan dengan unggas mati, kemungkinan besar ia terjangkit flu burung.

Sementara dilansir dari Disabled-world.com, berikut beberapa perbedaan flu burung dengan flu babi yang mengandung virus H1N1:

1. Selain gangguan pernapasan, penderita flu babi kadang akan mengalami muntah dan diare parah.

2. Penderita flu babi umumnya juga akan mengalami kelelahan hebat, kurangnya nafsu makan dan penurunan berat badan yang sangat signifikan.

3. Tak seperti flu burung, Flu babi menular melalui udara dan tak bersentuhan langsung dengan sumber virusnya. Karena itulah gejala flu babi tak akan sedrastis dan secepat ketika seseorang terinfeksi virus flu burung.
(De)
Komentar