Asal Usul Munculnya Guling

Jum'at, 25 Maret 2016 06:00
Asal Usul Munculnya GulingIlustrasi tidur memeluk guling @thelocalsociety.com
Guling seolah tak pernah terlewatkan disetiap tempat tidur. Ya, selain bantal, guling adalah teman yang sangat setia bagi banyak orang untuk menemani tidur di malam hari.

Bahasa Inggris guling sendiri disebut bolster serta sebuah sebutan yang unik yaitu Dutch wife atau jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berarti istri Belanda.

Dalam novel Jejak Langkah, melalui salah satu tokohnya, Pramoedya Ananta Toer mencoba menjelaskan asal mula guling melalui sebuah kelakar.

Dalam novel tersebut guling hanya akan ditemukan di wilayah Hindia Belanda. Disana banyak orang Belanda dari Eropa yang tidak membawa perempuan malam dan terkenal pelit sehingga mereka lebih memilih guling untuk teman tidur. Dan secara sepontan, Raffles yang terbiasa melihat hal ini lantas menyebut guling dengan sebutan Dutch wife.

Guling yang kita kenal saat ini memang lahir dari kebudayaan Indis atau Hindia Belanda pada sekitar abad 18 hingga 19. Munculnya guling ini merupakan perpaduan antara kebudayaan Eropa, Indonesia, dan China yang memang sering terjadi pada kaum Indis pada masa itu.

Awalnya hal ini dilakukan oleh kaum kelas atas namun akhirnya menyebar dan banyak dilakukan oleh masyarakat umum. Bentuk guling yang memanjang sebenarnya berasal dari guling yang sudah ada pada beberapa budaya Asia timur.

Di China benda ini disebut sebagai zhufuren, di Korea benda ini dinamai jukbuin, dan di Jepang dikenal istilah chikufujin. Semuanya mengacu pada guling dengan bentuk memanjang hanya saja terbuat dari bambu.

Masuknya budaya China ke wilayah Nusantara dan kemudian munculnya penjajahan telah membuat guling yang sebelumnya tidak begitu terkenal menjadi banyak digunakan oleh orang Belanda hingga akhirnya ditiru banyak orang.
(De)
Komentar