Plastik Bahaya Bagi Bumi, Jadi 'Penyelamat' di Antariksa

Selasa, 22 Maret 2016 14:50
Plastik Bahaya Bagi Bumi, Jadi 'Penyelamat' di AntariksaPlastik @33rdsquare.com
Limbah plastik adalah salah satu yang paling mengancam kelangsungan hidup di bumi karena plastik tidak bisa diuraikan dengan mudah oleh mikroorganisme. Namun di luar angkasa, plastik ternyata bisa menjadi bahan yang sangat bermanfaat.

Astronot yang berada di antariksa terus diserang oleh radiasi yang sangat berbahaya yang bisa mencapai dua pertiga batas aman yang bisa ditolerasnsi tubuh manusia seumur hidup. Untuk itulah mereka memerlukan bahan yang bisa melindunginya dari radiasi.

Uji coba terkait tingkat radiasi di luar angkasa yang dilakukan oleh tim peneliti University of New Hampshire dan Southwest Research Institute menemukan bahwa plastik ternyata mampu menghalangi radiasi langsung ke tubuh manusia.

Salah satu peneliti yang teribat dalam penelitian ini, Cary Zeitlin mengatakan, "Plastik ternyata lebih efektif menghalangi radiasi ketimbang aluminium."

Temuan ini sangat mengejutkan karena selama ini plastik yang dianggap sebagai bahan yang sangat berbahaya dan hanya mempunyai sedikit dampak positif ternyata bisa menjadi penyelamat astronot di luar angkasa.

Peralatan antariksa selama ini menggunakan aluminium karena ringan dan kokoh. Namun aluminium diketahui masih kalah dengan plastik soal ketahanan dari sinar kosmik. Selain plastik, peneliti juga menemukan bahan lain yang tak kalah penting, yakni air.

NASA sebenarnya menerapkan peraturan untuk melindungi para astronot, di mana astronot seharusnya tidak boleh terpapar sinar radiasi lebihd ari 1.000 millisieverts (mSv) seumur hidup. Tingkat tersebut memiliki risiko kanker sebesar 5 persen.

Temuan ini diharapkan mampu mengubah bahan peneliti ketika membuat wahana antariksa sehingga manusia akan lebih aman terhadap radiasi jika menjalankan misi yang cukup lama di luar angkasa.
(mks)
Komentar