Kumpul Teman Bikin Orang Cerdas Tak Bahagia

Selasa, 22 Maret 2016 09:00
Kumpul Teman Bikin Orang Cerdas Tak BahagiaIlustrasi sedih @wundergroundmusic.com
Ternyata keinginan setiap orang dengan memiliki otak cerdas tak selamanya memberikan dampak positif. Buktinya, sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang cerdas cenderung kurang bahagia jika berada di sekeliling banyak orang.

Penelitian yang dilakukan oleh psikolog evolusi Satoshi Kanazawa dari London School of Economics dan Norman Li dari Singapore Management University kepada 150 ribu responden dengan rentang usai 18 tahun hingga 28 tahun.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal British Journal of Psychology menemukan teori kebahagian yang merujuk pada gaya hidup pemburu dan pengumpul yang dilakukan nenek moyang manusia pada zaman dahulu yang membuat bahagia.

"Situasi dan kondisi yang akan meningkatkan kepuasan hidup nenek moyang kita dalam lingkungan leluhur masih dapat meningkatkan kepuasan hidup kita saat ini," ujar penjelasan teori tersebut, dikutip dari Independent.

Tak hanya itu saja, dalam teori tersebut terdapat beberapa fakta seperti banyak merasa lebih bahagia jika mereka melakukan interaksi dengan seseorang yang dekat dengan mereka. Tapi hal ini tidak untuk orang yang memiliki kecerdasaan lebih.

"Pengaruh kepadatan penduduk pada kepuasan hidup karena itu lebih dari dua kali lebih besar untuk individu rendah IQ daripada individu tinggi-IQ. Individu yang lebih cerdas sebenarnya kurang puas dengan kehidupan jika mereka bergaul dengan teman-teman mereka lebih sering,' ujar Kanazawa dan Li.

Kanazawa dan Li juga memberikan contoh seperti seorang dokter yang akan berusaha lebih memikirkan bagaimana cara menyembuhkan kanker atau seorang penulis yang akan mencoba mencari ide bagi karyanya.

Dalam hal ini mereka akan lebih fokus dengan tujuan mereka. Sebab interkasi sosial sering mengurangi langkah orang-orang cerdas mencapai sebuah tujuan.
(De)
Komentar