Peneliti Khoirul Anwar: Saya Bukan Penemu 4G LTE

Kamis, 17 Maret 2016 14:00
Peneliti Khoirul Anwar: Saya Bukan Penemu 4G LTEKhoirul Anwar (kiri) @jpnn.com
Warga Indonesia sepertinya tak asing dengan Khoirul Anwae, peneliti kelahiran Kediri, Jawa Timur yang kini berkiprah di Japan Advanced Institute of Science and Technology, Jepang.

Khoirul Anwar pada akhir 2014 lalu terkenal karena disebut sebagai penemu teknologi seluler modern, 4G Long Term Evolution (LTE). Namun menurut Khoirul, ia bukanlah penemu teknologi tersebut.

Dalam blog pribadinya ia mengatakan, "Di dalam buku PABXII (Penghargaan Achmad Bakrie) saya tidak menulis (diri saya) sebagai penemu 4G LTE karena 4G LTE sendiri seharusnya memang tidak ditemukan, tetapi disepakati. Forumlah yang menyepakati teknik tertentu untuk dipakai atau tidak dipakai dalam sebuah standar."

Khoirul menegaskan jika telah terjadi kesalahpahaman di sejumlah kalangan di Indonesia yang mengira dialah penemu teknologi 4G LTE.

"Yang saya sampaikan saat ditanya wartawan adalah bahwa yang saya kerjakan adalah prinsip atau konsep dasar dengan dua FFT berpasangan, dan ini 'dipakai' dalam 4G uplink," ujarnya.

FFT atau fast Fourier transform merupakan teknik modulasi sinyal dari handset ke base station yang bisa menghemat baterai dengan pemakaian daya rendah. Pemakaian sepasang FFT ini dipatenkan Khoirul tahun 2005.

Saat itu banyak kalangan yang tidak yakin dengan konsepnya, namun ia menyambut baik hadirnya teknologi 4G LTE yang menggunakan konsepnya itu.

Dalam hal ini teknologi Khoirul tidak dapat dipastikan diterapkan dalam implementasi 4G LTE oleh semua pihak karena dua FFT adalah salah satu cara untuk menerapkan OFDM dalam spesifikasi 4G LTE.

OFDM atau orthogonal frequency multiplexing adalah metode modulasi sinyal yang memungkinkan transfer data berkecepatan tinggi 4G LTE, dalam hal pemancaran sinyal dari base station ke handset (downlink).

Sebaliknya, arah handset ke base station dikenal dengan metode single carrier-frequency division multiple access (SC-FDMA) yang merupakan modifikasi dari OFDM dengan penambahan FFT.

"Jika ada 4G yang tidak memakai dua FFT, berarti bukan berdasar konsep yang saya kerjakan," jelasnya.

Teknologi 4G LTE dirumuskan oleh badan standardisasi internasional bernama 3rd Generation Partnership Project (3GPP) yang menaungi hampir semua pelaku industri telekomunikasi. 4G LTE kini sudah diresmikan dan semua vendor telekomunikasi sudah bisa menggunakannya.
(mks)
Komentar