Cara Tepat Membedong Bayi

Jum'at, 18 Maret 2016 06:00
Cara Tepat Membedong BayiIlustrasi bayi dibedong @pampclub.org
Di Indonesia tradisi membedong bayi sudah sangat umum dilakukan oleh para orang tua. Namun perlu Anda tahu bahwa membedong bayi memiliki cara tersendiri agar mendapatkan manfaat baiknya.

Dokter Rehabilitasi Medik, Dr Luh K.Wahyuni,SpKFR(K) menyampaikan tentang efek membedong bayi saat melakukan jumpa pers bayi kembar siam Dwi dan Tri di RSCM, dikutip dari viva.co.id.

"Tergantung pada posisi bedong, kalau bayi lahir normal, posisi panggul akan seperti kodok. Kalau dibedong yang seperti sekarang ini ada, tangan dan kaki diluruskan seperti posisi siap grak, itu justru akan jadi masalah, tangan juga ikut dibedong itu juga tidak pas." ujar Wahyuni.

Wahyuni menambahkan, orang tua boleh saja membedong bayi, tapi jangan dalam posisi lurus. Bedong yang benar adalah dengan membiarkan tangan tetap ke arah mulut, karena bayi biasanya mengepalkan tangannya di depan mulut.

Ini dilakukan untuk menstimulasi, juga persiapan menghisap, dan agar bernapas menjadi lebih mudah. Namun bagi orang tua yang memiliki bayi prematur sangat disarankan untuk membedong bayi.

"Bedong dengan posisi benar justru akan membantu fungsi menghisap, memberikan rasa aman pada bayi, body awareness seperti dipeluk dalam rahim, memberi rasa hangat," ujar Luh menambahkan.

Sementara anggapan bayi yang tidak bedong akan jalan dalam posisi mengangkang, Wahyuni mengaku masih perlu melakukan penelitian untuk mengetahui kebenarannya.
(De)
Komentar