Ide Menpora Potong Gaji PNS Buat Danai Rio Haryanto Banjir Kritik

Jum'at, 04 Maret 2016 14:20
Ide Menpora Potong Gaji PNS Buat Danai Rio Haryanto Banjir KritikMenpora Imam Nachrawi @okezone.com

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrawi melontarkan ide ajaib untuk mencari pendanaan pebalap Rio Haryanto. Caranya, dengan memangkas gaji Pegawai Negeri Sipil atau PNS.

"Kalau semua kementerian mau potong gaji, katakanlah 50 persen, satu bulan saja, coba hitung: ada berapa ribu orang. Artinya, kalau ada anak bangsa yang bercita-cita mengguncang dunia dengan Merah Putih, lalu kita mendukungnya dengan cara itu, kan cakep?" kata Imam, dalam wawancaranya dengan Tempo.

Dia menjelaskan, inisiatif itu akan dimulai di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Tak hanya itu, Imam juga menyatakan pemotongan gaji juga akan dikenakan pada pegawai terendah sekalipun.

Usulan Menpora ini pun menjadi polemik dan mendapat kritikan dari banyak pihak. Bahkan, Wakil Presiden Jusuf Kalla ikut angkat bicara terkait hal ini.

"Ya baguslah, tapi jangan pula mengorbankan anak buah yang gajinya tidak terlalu besar itu. Ya mestinya para pengusahalah, sebagai contoh mungkin baik tapi jangan berlebihan juga lah," kata Jusuf Kalla di kantor Wakil Presiden.

menpora-potong-gaji-pns.

Pun demikian dengan Ketua DPR Ade Komarudin (Akom), menurutnya, pemotongan gaji PNS untuk pendanaan Rio itu berlebihan. Dia meminta sebaiknya Kemenpora mencari sponsor lain.

"Saya kira kalau itu memberatkan jangan. Cari sumber yang lain. Tapi kalau penuh keikhlasan dan kesadaran ya boleh saja tidak ada yang dilanggar, tetapi kalau keberatan jangan. Harus mencari sumber yang lain," kata Akom di Kompleks Parlemen, Senayan.

Menpora Imam Nahrawi sendiri akhirnya membantah bahwa dirinya akan memotong gaji PNS di kementeriannya untuk penggalangan dana Rio Haryanto yang berlaga di Formula 1.

"Saya bukan Menteri PAN-RB (Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi). Saya tidak dapat memaksa pegawai negeri sipil untuk menyerahkan gajinya," kata Imam.

Imam menegaskan jika pendanaan dari kementeriannya berasal dari dana pribadi, bukan potongan gaji.

"Jadi ini sukarela dan akan menjadi kewenangan individu," ujar Imam.

Untuk diketahui, Rio membutuhkan dana sebesar Rp 225 miliar dalam ajang balap tersebut. Sampai kini Rio sudah membayar sekitar Rp 75 miliar yang bersumber dari Pertamina sebagai sponsor dan dana sendiri. Masih kurang Rp 150 miliar yang harus dibayarkan pada Mei.

(Nay)
Komentar