BPOM Tegaskan Bedak Bayi Johnson & Johnson di Indonesia Aman!

Rabu, 02 Maret 2016 09:00
BPOM Tegaskan Bedak Bayi Johnson & Johnson di Indonesia Aman!Bedak Bayi Johnson & Johnson @telegraph.co.uk
Kasus kematian seorang wanita bernama Jackie Fox asal Birmingham yang meninggal akibat kanker ovarium ini memicu keresahan para ibu-ibu yang menggunakan produk bayi Johnson & Johnson.

Berdasarkan laporan, Jackie kerap membersihkan organ genital dengan bedak bayi keluaran Johnson & Johnson, yang berseri Johnsons Baby Powder Cornstarch with Aloe & Vitamin E dan Johnsons Baby Powder Calming Lavender & Chamomile.

Sehingga perusahaan tersebut dianggap lalai dalam memberi informasi kepada konsumen tentang bahaya produk bedak bayi. Alhasil pengadilan negara bagian Missouri, AS, memerintahkan Johnson & Johnson membayar kerugian sebesar USD72 juta atau Rp965 miliar kepada keluarga Jackie.

Menanggapi hal ini, pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar pers pada Selasa (1/3) dengan menegaskan bahwa produk Johnsons Baby Powder Cornstarch with Aloe & Vitamin E dan Johnsons Baby Powder Calming Lavender & Chamomile tidak beredar di Indonesia.

Tak hanya itu, BPOM juga menyebutkan, ada sembilan produk bedak bayi dari PT. Johnson & Johnson, dan 75 produk yang ternotifikasi dalam database kosmetika. Semuanya memiliki kandungan talc sebesar 98-99.83 persen.

Sementara peraturan Kepala Badan POM RI Nomor 18 Tahun 2015 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika tertulis, talc boleh digunakan pada kosmetika jenis serbuk untuk anak-anak dan sediaan lainnya tanpa ada pembatasan kadar maksimum penggunaan maupun persyaratan lainnya.

Pada sediaan serbuk untuk anak-anak, harus mencantumkan peringatan "jauhkan serbuk dari mulut dan hidung anak-anak." Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk tidak perlu khawatir dengan produk ternotifikasi yang beredar karena tidak memicu kanker.

BPOM juga menekankan bahwa pihaknya akan terus memantau dan mengawasi pemberitaan kelanjutan kasus bedak bayi tersebut dan kemungkinan beredarnya produk yang tidak memenuhi syarat.
(De)
Komentar