Studi: Bahaya Penyendiri Sama Dengan Perokok

Rabu, 02 Maret 2016 07:00
Studi: Bahaya Penyendiri Sama Dengan PerokokIlustrasi penyendiri @lifehack.org
Beberapa orang yang susah mengakrabkan diri dengan orang-orang disekelilingnya sering kali merasa lebih nyaman menyendiri. Padahal sebuah studi yang dilakukan pada 1980-an menunjukkan bahwa orang yang tidak melakukan aktivitas sosial memiliki rasio kematian 50 persen lebih besar ketimbang mereka yang aktif.

Mirisnya lagi, menjadi seorang introvert sama bahayanya dengan orang yang merokok atau tidak berolahraga. Penelitian ini dilakukan oleh Proceedings of the National Academy of Sciences, dengan menganalisis perilaku remaja, dewasa muda, dan orang yang lebih tua.

Kemudian para peneliti melihat korelasi antara hubungan sosial dan tanda-tanda sebuah penyakit yang dilihat dari tekanan darah, indeks masa tubuh, ukuran tubuh, dan tingkat protein C-reaktif (ukuran peradangan).

Sementara itu, peneliti juga mengajukan beberapa pertanyaan, termasuk seberapa sering mengunjungi keluarga, bagaimana kedekatan dengan ibu, jumlah teman dan bagaimana kepedulian pasangan pada partisipan. Mereka juga menanyakan apakah teman memberikan banyak tuntutan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan sosial mengurangi risiko memiliki penyakit pada setiap tahap kehidupan. Pada masa remaja, isolasi sosial meningkatkan risiko memiliki tingkat yang lebih tinggi dari protein C-reaktif, yang menjadi indikasi penyakit rheumatoid arthritis, dan lupus.

Sedangkan pada usia pertengahan hingga dewasa, interaksi sosial dapat melindungi seseorang dari obesitas. Peneliti ini juga menjelaskan bahwa isolasi sosial dapat memengaruhi regulasi hormonal dan sistem metabolisme.

"Mengetahui ada seseorang yang memperhatikan Anda dapat mengurangi hormon stres," ujar Kathleen Mullan Harris, salah satu peneliti.

Kathleen menambahkan bahwa tanpa interaksi sosial, tubuh secara otomatis akan memproduksi kortisol dan adrenalin yang bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung.

Lalu bagaimana bila seseorang lebih nyaman dalam kesendirian?

Mullan Harris yakin hal tersebut tidak memengaruhi penelitiannya.

Dia merujuk pada penelitian pada 1945 yang menganalisis hubungan sosial, morbiditas dan mortalitas. Penelitian menemukan, bayi di panti asuhan berpotensi meninggal jika tidak memiliki interaksi sosial.
(De)
Komentar