Pria Cirebon Ngaku Raja Terakhir, Punya Kekayaan Rp 700 Triliun

Kamis, 25 Februari 2016 13:50
Pria Cirebon Ngaku Raja Terakhir, Punya Kekayaan Rp 700 TriliunIlustrasi @kaskus.co.id

Sejumlah warga di Kelurahan/Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, resah dengan potensi kemunculan aliran sesat baru yang tokohnya mengklaim sebagai Raja Terakhir.

Tokoh berinisial MA meminta warga mengikutinya, dengan syarat menyerahkan kartu identitas, baik kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), maupun foto diri.

Menurut Ketua RW Kusnadi, banyak orang yang mau jadi pengikutnya sebab diiming-imingi pekerjaan.

"Di sini ada seorang warga yang bergabung sebagai pengikut MA. Saya dan warga lain khawatir adanya ajaran menyesatkan di balik ini," ungkap Ketua RW 05 Kebon Kelapa Timur ini, Selasa (23/2).

Kepada Kusnadi, warga yang kadung menjadi pengikut MA tergiur dengan janji-janji Raja Terakhir yang mengaku punya kekayaan Rp 700 triliun tersebut. Yang membuat Kusnadi kaget, saat warganya tadi dia ingatkan justru balik menentang dan meminta dia berhati-hati menjaga ucapannya.

"Yang saya kaget, saat diingatkan Dia malah terkesan emosi dan balik menuduh saya menghalang-halanginya. Parahnya dengan yakin Ia memastikan akan keluar dari kepengurusan RW pada Bulan April nanti yang disebutnya akan ada sesuatu. Selaku ketua RW tentu saya prihatin atas situasi ini. Lebih dari itu saya khawatir munculnya praktik pencucian otak seperti gerakan atau paham-paham semacam Gafatar atau ISIS dengan cara dan modus baru yang menjadikan korbannya warga di sini," kata Kusnadi.

Sementara itu, menurut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Cirebon Tata Kurniasasmita MA yang mengaku sebagai Raja Terakhir ini memiliki 60 orang pengikut. Ajarannya merupakan aliran Syiah.

"Kegiatannya dilakukan di Masjid Al Bayan dan pengikutnya sekira 60 orang," kata dia, Rabu (24/2). Demikian dilansir dari berbagai sumber.

(Nay)
Komentar