5 Olahraga Untuk Ibu Hamil

Kamis, 18 Februari 2016 14:40
5 Olahraga Untuk Ibu HamilIlustrasi ibu hamil olahraga @hubspot.net
Meski dalam keadaan mengandung, seorang wanita dianjurkan untuk tetap menjaga kesehatan dengan pola makanan sehat atau bahkan olahraga.

Bahkan menurut Ginekolog dari St Louis University School of Medicine, Raul Artal, olahraga selama mengandung memberi banyak manfaat kesehatan.

"Olahraga membantu mengurangi stres, mencegah depresi perinatal dan mengurangi kecemasan," katanya.

Meski dianjurkan untuk berolahraga, tidak semua olahraga baik dilakukan untuk ibu hamil. Dilansir Fit Pregnancy, Kamis (18/2) berikut ini olahraga yang baik dilakukan ibu hamil:

1. Barre

Barre adalah olahraga yang menggabungkan antara pilates dan yoga. Fungsinya untuk meregangkan otot-otot Anda. Gerakannya lambat dengan tempo tertentu dan dianggap aman untuk ibu hamil.

Ibu hamil tetap boleh melompat dalam intensitas ringan dengan tetap bertumpu pada pusat gravitasi dan pijakan kakinya. Selama Anda menjaga keseimbangan, maka barre bisa aman dilakukan.

2. Berenang

Berenang dengan bertumpu pada tangan adalah gaya paling aman untuk ibu hamil. Kolam renang sama sekali tidak membahayakan sendi dan ligamen.

Para ahli menilai daya apung air membantu ibu hamil tidak hanya berolahraga, namun merasakan tubuhnya lebih ringan dan enak. Anda juga bisa berenang sembari menggabungkan gerakan kardio dalam air.

3. Spinning

Spinning adalah olahraga aerobik yang dilakukan di atas sepeda stasioner yang dirancang khusus, disebut sepeda berputar atau sepeda statis.

Ini adalah pilihan bagus bagi ibu hamil untuk tetap berolahraga di dalam ruangan dan disesuaikan dengan intensitas tubuh.

Namun tidak dianjurkan untuk melakukan spinning terlalu lama, apalagi sampai menimbulkan pusing dan penglihatan kabur.

4. Yoga

Yoga bisa merilekskan pikiran. Ini sangat baik untuk membuang cemas berlebihan tentang kehamilan dan ibu hamil lebih siap menyambut anggota keluarga baru.

Ibu hamil tetap boleh yoga namun tak boleh terlalu lama melakukan peregangan pada trimester kedua dan ketiga. Alasannya pada waktu ini hormon relaksin mudah melonjak sehingga memengaruhi sendi-sendi Anda saat melahirkan.

Hindari gaya yoga telentang sebab menempatkan tekanan ekstra pada pembuluh darah, membawa kembali darah ke jantung, dan akhirnya menyebabkan tekanan darah turun.

5. Pilates

Pilates mirip dengan yoga, namun lebih dari sekadar latihan fisik. Pilates akan memulihkan kondisi ibu hamil dan membuat tubuh lebih fleksibel.

Pilates aman dilakukan selama tidak ada gerakan peregangan berlebihan. Sekali lagi, hindari gerakan pilates dengan posisi berbaring dan mintalah instruktur memodifikasi gerakan untuk Anda.
(De)
Komentar