Studi: Menikah Perkecil Risiko Koroner Akut

Jum'at, 19 Februari 2016 06:00
Studi: Menikah Perkecil Risiko Koroner AkutIlustrasi pernikahan @ndtvimg.com
Bagi sebagin orang memang percaya dengan kekuatan cinta baik untuk psikologi bahkan untuk kesehatan. Bahkan Dr Kat Van Kirk, seksolog pernikahan sekaligus terapis keluarga mengatakan bahwa orang yang jatuh cinta memiliki kekuatan dari perasaan yang ia rasakan.

"Saat jatuh cinta, oksitosin yang dilepaskan dalam sistem tubuh manusia benar-benar meningkatkan toleransi terhadap rasa sakit secara fisik," jelas Kirk, dikutip dari Hello Giggles (16/2)

Studi yang diterbitkan lewat European Journal of Preventive Cardiology ini menunjukkan bahwa orang yang sudah menikah memiliki risiko kecil dari kematian serangan jantung, dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang masih melajang.

Hal ini juga disampaikan oleh pemimpin penelitian, Dr Aino Lammintausta "Studi kami menunjukkan bahwa pernikahan mengurangi risiko koroner akut - juga kematian akibat koroner akut pada laki-laki dan perempuan di semua usia."

Studi kedua tersebut juga menunjukkan bahwa cinta benar-benar membawa pengaruh besar terhadap kesehatan manusia.

Sedangkan untuk studi yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Chicago melaporkan bahwa, orang yang berpasangan alami penurunan hormon stres kortisol. Temuan ini memperkuat tubuh mendapatkan pengaruh besar dari pasangan dalam melindungi tubuh sehat juga hindari stres.

Kendati demikian, semua ini perlu dukungan kesehatan psikologi seseorang, Sehingga bagi orang yang memiliki emosi stabil akan mudah memberikan kepedulian yang kuat terhadap orang terkasih.
(De)
Komentar