Tak Hanya Cinta, Menikah Juga Butuh Persiapan Keuangan

Kamis, 18 Februari 2016 08:00
Tak Hanya Cinta, Menikah Juga Butuh Persiapan KeuanganIlustrasi pengantin @theeverylastdetail.com
Hampir sebagian banyak orang mengaku belum siap untuk menikah. Berdasarkan survey terbaru yang dilakukan oleh Paktor, 50 persen pria dan 56 persen wanita yang disurvey mengatakan belum menemukan pasangan yang tepat sebagai alasan utama mereka belum siap untuk menikah.

Sementara 8 persen wanita dan 26 persen pria yang sudah menemukan cinta sejati sekalipun, ternyata memikirkan alasan keuangan sebagai faktor kedua yang menyebabkan mereka tidak siap untuk menikah.

Managing Director dari situs pembanding produk keuangan paling populer di Indonesia Halomoney.co.id, Jay Broekman, menyatakan bahwa dalam mempersiapkan pernikahan, kita tidak dapat terpaku pada biaya perayaannya saja, tetapi juga perlu mempedulikan bagaimana kelancaran arus kas rumah tangga setelah menikah.

"Saat saya memikirkan persiapan pernikahan bersama calon istri saya, kami tidak hanya memikirkan berapa besar biaya yang perlu kami keluarkan untuk menyelanggarakan pesta pernikahan. Kami tentu memikirkan persiapan finansial kami sebagai satu keluarga yang utuh setelah menikah," kata Jay melalui keterangan tertulisnya.

Tak hanya itu, 72 persen responden menyatakan bahwa stabilitas keuangan merupakan kunci penting agar mereka dapat siap untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.

Sedangkan kriteria stabilitas keuangan agar pasangan siap menikah adalah:

1. Pendapatan diri sendiri per bulan. 46 persen pria dan 28 persen wanita menyatakan bahwa diri mereka masing-masing harus memiliki pendapatan minimal Rp 5 juta per bulan. Sementara 29 persen pria dan 5 persen wanita yang menyatakan bahwa mereka harus memiliki pendapatan minimal Rp 10 juta per bulan untuk siap menikah.

2. Pendapatan calon pasangan perbulan. 20 persen wanita menuntut agar pasangannya memiliki pendapatan minimal Rp 10 juta per bulan, dan 14persen yang lain menuntut pasangannya memiliki pendapatan minimal Rp 5 juta per bulan.

3. Tabungan dan aset investasi. Baik responden pria maupun wanita setuju akan pentingnya kriteria ini, yaitu 17 persen pria dan 27 persen wanita.

Untuk meningkatkan kestabilan keuangan itu sendiri ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan berikut:

1. Untuk meningkatkan pendapatan bulanan diri sendiri, Anda dapat meningkatkan keahlian dalam bekerja agar dapat kemungkinan dipromosi menjadi lebih tinggi.

Alternatif lainnya, Anda dapat memulai bisnis sampingan dengan modal kecil untuk memperoleh penghasilan tambahan.

2. Mengajak pasangan untuk memperoleh kenaikan penghasilan dengan membuat perencanaan keuangan yang baik agar penghasilan yang minim sekalipun tetap dapat mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

3. Mempersiapkan tabungan dengan cara menyisihkan sekurang-kurangnya 10% dari penghasilan Anda tepat saat baru pertama menerima gaji.

Untuk menghitung berapa jumlah yang bisa disisihkan, buatlah semacam anggaran sederhana untuk menghitung pengeluaran bulanan Anda sendiri, dan coba lihat berapa yang dapat sisihkan setiap bulan.

Jadi kesimpulannya, mayoritas penduduk di Indonesia setuju bahwa cinta saja tidaklah cukup, dan kestabilan keuangan jangka panjang merupakan hal penting yang perlu dipikirkan selain biaya pernikahan.
(De)
Komentar