Penyebab & Cara Atasi Sakit Pinggang di Usia Muda

Kamis, 18 Februari 2016 06:00
Penyebab & Cara Atasi Sakit Pinggang di Usia MudaIlustrasi sakit pinggang @quirohealth.cl
Umumnya sakit pinggang banyak dianggap sebagai sakit karena usia orang telah memasuki usia tua. Namun saat ini banyak sekali orang dengan usia masih muda sudah mengalami sakit pinggang.

Hal ini terjadi karena kurangnya aktivitas fisik serta kesalahan postur. Ditambah lagi berbagai barang yang dianggap membuat nyaman dan mudah, namun melenakan organ penumpu tubuh bagian atas ini. Sehingga menjadi lemah.

Gaya hidup menjadi salah satu faktor tingginya penderita nyeri pinggang saat ini, kata dr Mahdian Nur Nasution SpBS saat temu media dengan tema Pengobatan Nyeri Pinggang Tanpa Operasi di Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta, seperti dikutip dari tribunnews.com.

Ia juga mengatakan bahwa dulu jarang sekali orang dewasa muda mengeluhkan sakit pinggang karena mereka banyak beraktivitas fisik, tidur dan kursinya terbuat dari kayu, yang membuat otot dan tulang mereka jadi kuat.

Sementara saat ini aktivitas lebih banyak duduk di belakang meja, tidur tanpa kasur sudah lama ditinggalkan. Diganti dengan tidur di spring bed yang empuk. Tak hanya itu, kursi saat ini tak hanya dari kayu saja, namun telah dilengkapi dengan bantalan yang empuk.

Meski tampak nyaman, namun nyatanya hal ini justru membuat otot menjadi lembek dan lemah sehingga struktur pinggang jadi lemah. Mengangkat beban sedikit saja langsung terasa nyeri.

Untuk menghindari sakit pinggang dini, Anda perlu melakukan banyak aktivitas fisik, olahraga secara rutin, dan mencukupi kebutuhan nutrisi harian. Dengan memperbanyak gerak, otot akan dilatih dan tulang menjadi kuat.

Untuk olahraga yang disarankan diantaranya bersepeda, berenang, dan berjalan. Ditambah lagi menjaga posisi tubuh jangan sering membungkuk.

Ia juga menjelaskan jika nyeri pinggang sering kali dikaitkan dengan aktivitas yang berlebihan. Padahal, sebagian besar nyeri pinggang disebabkan degenerasi atau secara alami karena penggunaan sehari-hari. Seiring dengan bertambahnya usia.

Degenerasi ini dapat mengenai semua struktur pembentuk pinggang. Mulai dari otot, tendon, tulang belakang, diskus intervertebralis hingga saraf yang berada di daerah tersebut.

Nyeri pinggang disebut akut jika hanya berlangsung sementara, yaitu selama beberapa hari atau minggu. Sebanyak 20 persen nyeri pinggang akut dapat berlangsung hingga 12 minggu atau lebih. Meski masih ada kemungkinan sembuh, nyeri kronik seringkali sulit diobati dan bertahan selama bertahun-tahun.

Sebuah penelitian mnegatakan ada sekitar 60 hal yang dapat menyebabkan terjadinya nyeri di daerah pinggang. Diperlukan pemeriksaan yang teliti sehingga penanganan nyeri pingang bisa diterapkan secara optimal.

Sementara dalam pengobatan ini paling mudah pasien hanya diberikan obat namun jika sudah parah pasien akan diminta melakukan pembedahan.

Sayangnya dari 10 pasien yang disarankan untuk melakukan pembedahan untuk mengatasi nyeri pinggangnya, hanya satu pasien yang mau melakukan tindakan pembedahan itu. Selebihnya mencari alternative pengobatan lain, kata dokter Mahdian.

Pengobatan yang dipilih diantaranya tukang urut, kiropraktik, penggunaan korset, dan fisioterapi. Padahal cara ini membutuhkan waktu yang lama, sehingga derita pasien dengan nyeri pinggang ini jadi berkepanjangan dan cenderung menyiksa.

Menurut American Society of Interventional Pain Physicians (ASIPP), Interventional Pain Management adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari tentang diagnosis dan pengobatan gangguan nyeri, yaitu dengan menerapkan teknik-teknik intervensi dalam menangani nyeri.

Beberapa terapi intervensi yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri pinggang diantaranya injeksi facet, rizotomi menggunakan radiofrekuensi, injeksi steroid pada epidural di daerah lumbal, dan lainnya.
(De)
Komentar