Perbedaan Air Kemasan & Air Masak Sendiri

Rabu, 17 Februari 2016 06:00
Perbedaan Air Kemasan & Air Masak SendiriIlustrasi air mineral @livelovefruit.com
Beberapa orang kadang beranggapan bahwa air minum yang memasak sendiri jauh lebih sehat dan aman dibanding dengan air kemasan. Nyatanya, tidak semua air kemasan buruk dan tidak semua air masak sendiri sehat. Lantas mana yang baik antara air kemasan dengan air masak sendiri?

Menurut ahli idrogeologi dari Universitas Univeristas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Sari Bahagiarti Kusumayudha, air kemasan dan air yang dimasak sendiri, sama-sama baik dikonsumsi, asalkan kita bisa mengetahui secara pasti kualitasnya baik. Dan untuk mengetahui kualitas harus dilakukan uji laboratorium.

Sementara secara kasat mata, air yang kualitasnya baik, bisa dideteksi dari warna, rasa dan bau. Jadi air yang layak konsumsi adalah yang tidak bau, tidak berwarna dan tidak berasa. Sementara air kemasan, sudah melalui berbagai uji coba dan layak dikonsumsi. Bahkan sudah memilih sumber air minum yang baik. Untuk air yang ada di sumur sendiri juga baik untuk dikonsumsi, asalkan dimasak dan diperlakukan dengan benar.

Sari mengatakan yang paling dikhawatirkan pada air sumur adalah selain zat-zat kimia yang membahayakan kesehatan manusia, juga adanya mikroorganisme atau bakteri yang terkandung dalam air yang akan kita konsumsi. Namun untuk mengatasinya, Anda dapat merebus air tersebut sampai mendidih hingga 100 derajat Celcius.

Air yang sudah mendidih didiamkan terlebih dahulu kurang lebih satu menit dab jangan buru-buru begitu mendidih api dimatikan. "Tunggulah kurang lebih satu menit," katanya.

Sementara untuk kandungan zat-zat berbahaya ini harus ada perlakuan tersendiri bahkan hingga ke laboratorium. Sedangkan untuk air yang disaring menggunakan alat penyaring tanpa dimasak juga dianggap baik dan bisa tidka baik.

Pasalnya, alat tersebut akan menyaring air sehingga zat-zat yang terkandung di dalamnya terendapkan atau tersaring. Sehingga air yang lolos menjadi murni, tidak mengandung mineral-mineral apa pun. Padahal di sisi lain tubuh kita kadang-kadang memerlukan mineral-mineral tertentu. Itulah mengapa air yang melalui proses penyaringan bisa baik dan tidak baik.

Bagi orang sehat, kadang mineral-mineral tertentu yang terkandung di air alami, itu yang justru diperlukan. Maka air yang terlalu murni yang tidak mengandung apa-apa, justu air biasa, jelas Rektor UPN Veteran Yogyakarta, dikutip dari republik.co.id.

Kesimpulannya, untuk air yang memasak sendiri kandungan mineral dalam air sama sekali tidak hilang, sementara air kemasan sangat berisiko air tersebut tidak memiliki kandungan mineral yang dibutuhkan orang sehat.

Jadi kebaikan dalam air kemasan atau memasak sendiri dapat dilihat dari masing-masing individu yang akan mengonsumsinya. Sebab bagi orang yang memiliki sakit ginjal, mereka tidak memerlukan air dengan unsur tertentu. Sementara orang ehat membutuhkan kalsium, natrium, silika dan zat-zat lain yang biasa ada di dalam air.
(De)
Komentar