Su Nu Ching, Buku Seks Tertua di Dunia

Sabtu, 13 Februari 2016 17:30
Su Nu Ching, Buku Seks Tertua di DuniaIlustrasi pasangan membaca buku pedoman seks @theguardian.com
Buku seks Kamasutra memang sangat populer. Namun ternyata ada sebuah buku pedoman seks yang ada sejak ratusan tahun yang lalu yang banyak dipercaya oleh masyarakat China namun tak sepopuler Kamasutra.

Buku bernama Su Nu Ching ini ada sejak 5.000 tahun lalu. Mayarakat China percaya bahwa seks dilakukan dengan benar akan memberikan energi positif bagi kehidupan, termasuk bagi kesehata. Dan akan sangat berbahaya jika ritual paling sakral dan intim bagi setiap pasangan ini dilakukan secara sembarangan.

Maka tak heran jika Su Nu Ching juga disebut sebagai buku pedoman Tao mengenai seks. Buku ini berisikan tentang kumpulan pertanyaan dan jawaban Kaisar Huang Ti dengan tiga wanita penasihat seks serta seorang tabib pria. Perbincangan Kaisar dan empat orang itu menjadi dasar bagaimana mencapai hidup sehat dan bahagia melalui seks.

"Taoisme pada dasarnya mengenai cara untuk mencapai umur panjang serta sehat jasmani dan rohani. Seks yang benar menunjang hal tersebut," ujar Dr Stephen T Chang, pakar pengobatan tradisional China dan penulis buku The Tao of Sexology.

Ternyata pemikian ini sejalan dengan kedokteran modern. Dimana banyak peneliti membuktikan bahwa seks erat kaitanya dengan kesehatan. Seperti berhubungan seks minimal sekali seminggu bisa menurunkan tingkat stres karena tubuh melepas hormon anti-stres bernama oksitosin.

Hormon tersebut hanya keluar jika manusia melakukan hubungan seks. Hal ini sudah dibuktikan oleh para ahli dari Universitas Paisley di Skotlandia. Bahkan seks juga berkaitan dengan kesehatan jantung.

Penelitian yang dilakukan pada 1.000 orang selama 16 tahun oleh New England Research Institute di Massachussets, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa berhubungan seks dua kali seminggu bisa menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler hingga 45 persen.
(De)
Komentar