Sejarah Cokelat Menjadi Simbol Hari Valentine

Kamis, 11 Februari 2016 12:40
Sejarah Cokelat Menjadi Simbol Hari ValentineIlustrasi cokelat valentine @thechicspy.com
Hari Valentine akan segera tiba 2 hari lagi namun sudah banyak sekali produsen cokelat yang berlomba-lomba menghias produk mereka menjadi sangat menarik agar laku keras kala Valentine tiba.

Ya, cokelat memang pilihan kado paling umum. Sejarah cokelat sebagai sebuah makanan yang melambangkan kasih sayang ini sendiri ada sejak era masuknya cokelat ke Eropa pada sekitar tahun 1600-an.

Pada saat itu Madame du Barry yang merupakan istri dari raja Louis IV memberikan minuman cokelat pada suaminya sebagai stimulan. Cokelat kala itu hanya bisa dinikmati oleh anggota kerajaan namun sudah menjadi salah satu simbol cinta.

Hubungan antara cokelat dengan hari valentine sepenuhnya terjadi karena kebetulan semata. Pada tahun 1837, ratu Victoria menjadikan hari valentine sebagai sebuah perayaan dan hal ini disambut dengan sangat meriah oleh rakyatnya.

Sementara pada tahun 1861 perusahaan Cadbury berhasil membuat cokelat unik yang dikemas pada sebuah kotak berbentuk hati dengan hiasan berupa cupid dan kelopak mawar. Tentu saja bentuk yang unik ini menjadi sebuah pilihan bagi pasangan kekasih sebagai hadiah yang indah untuk valentine.

Cokelat mulai berkembang dan semakin identik dengan valentine ketika pada tahun 1907, Hershey membuat cokelat manis dalam bentuk tetesan air mata dan diberi nama sebagai kisses. Hidangan manis ini lambatlaun diproduksi secara massal dan menjadikannya sebuah hadiah yang cukup indah untuk perayaan valentine.

Maka tak heran jika saat ini semakin banyak produsen cokelat yang berinovasi dengan produk mereka ketika hari valentine tiba, karena cokelat merupakan makanan yang digunakan untuk mengungkapkan rasa cinta.
(De)
Komentar