Peneliti: Berpikir Positif Dapat Memicu Depresi

Sabtu, 06 Februari 2016 08:00
Peneliti: Berpikir Positif Dapat Memicu DepresiIlustrasi berpikir positif @lifehack.org
Memang banyak orang percaya bahwa berpikir positif sangat baik dibanding harus melulu berpikir negatif. Namun sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa berpikir dan berfantasi positif ternyata dapat berakibat terhadap munculnya perasaan depresi di kemudian hari.

Dilansir dari Huffington Post, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Gabrielle Oettingen dari New York University diketahui bahwa berpikir dan berfantasi positif merupakan sebuah tanda-tanda munculnya depresi di masa mendatang. Kendati demikian, hal ini bukan berarti melarang orang untuk selalu berpikir positif.

Oettingen menyatakan bahwa ketika seseorang berpikir dan berfantasi mengenai sebuah hal positif dia juga menyertakan mengenai berbagai halangan atau masalah yang mungkin dihadapinya ketika hendak mencapai hal tersebut.

Misalnya ketika berpikir untuk memperbaiki hubungan dengan anggota keluarga, sebaiknya pikirkan juga langkah-langkah serta cara untuk membuat hal tersebut menjadi kenyataan. Penelitian ini dilakukan dalam empat percobaan yang melibatkan partisipan baik orang dewasa maupun anak-anak.

Pada percobaan tersebut diketahui bahwa seseorang dengan khayalan yang positif cenderung mendapat nilai lebih rendah ketika diminta mengisi survei mengenai tanda-tanda depresi. Namun ketika dilakukan survei yang sama satu bulan kemudian, orang-orang dengan khayalan positif cenderung memiliki tingkat depresi yang lebih tinggi.

Penelitian ini memang tidak membuktikan bahwa khayalan positif mampu menyebabkan depresi di masa datang. Namun tetap menunjukkan bahwa hal tersebut merupakan salah satu faktor penyebab risiko munculnya depresi pada seseorang dikemudian hari.

Jadi demi mencegah munculnya hal seperti itu sebaiknya pikirkan juga langkah-langkah dan upaya yang perlu dilakukan untuk membuat khayalan tersebut jadi kenyataan.
(De)
Komentar