Perbedaan Gejala Virus Zika & DBD

Jum'at, 05 Februari 2016 06:00
Perbedaan Gejala Virus Zika & DBDIlustrasi anak terserang virus zika @statnews.com
Kedua virus yang sama-sama di tularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti ini rupanya memiliki beberapa gejala yang berbeda meski sama-sama mengalami demam.

"Gejala yang menonjol jika terinfeksi virus Zika adalah mata merah," ujar dokter Spesialis Penyakit Dalam Ari Fahrial Syam, dikutip dari kompas.com.

Selain demam mendadak tinggi dan mata merah, terinfeksi virus Zika juga bisa menimbulkan gejala nyeri otot dan sendi, sakit kepala, lemas, serta kemerahan di kulit badan, punggung, hingga kaki.

"Kalau demam berdarah timbul bintik merah dan pada kasus berat sampai pendarahan. Bedanya, pada DBD saat diperiksa trombositnya turun, pada Zika, trombositnya normal," terang Wakil Ketua Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) itu.

Sehingga terkadang baik infeksi Zika dan DBD hanya memunculkan gejala ringan dan tidak terdeteksi penyakitnya. Menurut Ari, jika ada pasien yang demam kemudian matanya merah karena mengalami radang konjungtiva, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Ari juga mengungkapkan, virus Zika sebenarnya sudah lama ada, termasuk di Indonesia. Infeksi itu pun selama ini tidak lebih berbahaya dibanding terkena DBD.

Namun, saat ini infeksi virus Zika pada ibu hamil dicurigai menyebabkan bayi lahir dengan mikrosefali atau kepala kecil karena gangguan perkembangan otak. Terjadi peningkatan infeksi virus Zika di wilayah Amerika Latin yang diikuti peningkatan kasus mikrosefali. Bahkan, WHO telah mengeluarkan status darurat kesehatan global terhadap kasus infeksi virus Zika.
(De)
Komentar