Studi: Bercinta Tidak Kurangi Kualitas Sperma

Selasa, 02 Februari 2016 21:30
Studi: Bercinta Tidak Kurangi Kualitas SpermaIlustrasi pasangan seks @wdish.com
Beberapa pasangan mengaku mengalami kesulitan mendapat momongan dengan cepat, padahal masing-masing dari mereka mengaku tidak memiliki masalah kesehatan. Selain itu mereka juga sangat sering melakukan hubungan seks, nyatanya tak kunjung berhasil.

Ternyata sebuah studi menyarankan untuk melakukan hubungan seks dengan pola tertentu yaitu bercinta dua kali dalam satu jam. Namun beberapa orang berpikir bahwa semakin sering melakukan seks maka sperma akan semakin sedikit dengan kualitas yang rendah.

Menurut analasis peneliti dari North Middlesex Hospital, London cara ini mampu meningkatkan kesuburan pria hingga tiga kali lipat. Kesuksesan memiliki anak dengan teknologi reproduksi berbantu (TRB) bernama inseminasi intrauterin (IUI) saat diambil sperma pertama meningkat 6 persen. Lalu, jika terjadi ejakulasi dalam satu jam ke depan terjadi peningkatan keberhasilan miliki anak menjadi 20 persen.

Jika menggunakan sperma yang diambil kedua ada sekitar 15 perempuan hamil dari 73. Sedangkan mereka yang mencoba jalani IUI dengan sperma ejakulasi kepertama, hanya terjadi 10 hamil.

Kendati mendapat kehamilan dengan melakukan TRB, para peneliti meyakini hal ini bisa dilakukan bagi pasangan yang ingin memiliki anak secara alami.

"Ini memang studi kecil, namun kami percaya bisa menjadi hal besar dan berpengaruhu terhadap tingkat kehamilan," terang pemimpin studi Gulam Bahadur, seperti dikutip laman Askmen.

Studi juga membuktikan bahwa memiliki anak tidak dengan menjaga sperma dengan mengurangi intensitas bercinta. Sebab bercinta tidak mengurangi kualitas sperma.

"Faktanya tidak berhubungan seks bagi pria malah berdampak pada kualitas sperma. Semakin segar produksi sperma, kondisinya semakin baik," terang dokter Kirkman-Brown University of Birmingham, Inggris yang tidak terlibat dalam penelitian ini.
(De)
Komentar