5 Kebiasaan di Media Sosial Yang Berpengaruh Pada Karier

Kamis, 04 Februari 2016 09:00
5 Kebiasaan di Media Sosial Yang Berpengaruh Pada KarierIlustrasi interview kerja @123rf.com
Meski memiliki pendidikan yang tinggi atau bahkan usia yang tak lagi remaja, banyak orang yang kerap kali mengunggah kesalahan-kesalahan di akun media sosialnya. Padahal kesalah tersebut bisa sangat berdampak pada karier yang akan dicapai, terlebih jika akan melamar pekerjaan.

Memang tidak berlaku untuk semua perusahaan, tapi ada baiknya jika Anda berhati-hati mulai saat ini agar Anda tidak terbebani di kemudian hari. Berikut 5 kebiasaan buruk di media sosial yang mempengaruhi karier:

1. Bicara Keburukan Rekan

Banyak orang tak sadar akan akibat kurangnya tanggung jawab dalam menggunakan media sosial. Seperti membicarakan keburukan rekan kerja. Bergosip atau membicarakan kejelekkan sesama teman, atasan, atau tempat kerja adalah hal yang sangat tidak disukai perekrut.

Hal tersebut dapat menyebabkann Anda dihapus dari daftar pelamar potensial. Survei yang dilakukan CareerBuilder mengatakan jika 36% perekrut menemukan perilaku buruk ini.

Bersikap kesal bahkan marah terhadap bos, rekan, atau perusahaan memang tidak salah. Namun usahakan untuk tidak mengungkapnya di media sosial karena bisa terekam selamanya di sana. Perekrut pun akan segan menerima Anda karena tidak mau hal yang sama terjadi.

2. Berbagi Hal Terlalu Personal

Hindari mengunggah sesuatu yang terlalu pribadi. Misalnya mengenai putusnya hubungan Anda dengan pasangan atau masalah keluarga.

Mengunggah opini yang berpotensi menyinggung pihak lain seperti tentang agama, politik, atau budaya juga perlu dihindari. Hal tersebut dapat mengesankan bahwa Anda orang yang suka mengumbar aib dan diskriminatif.

Jika ingin sekali membagi buah pikiran bernada sensitif, pastikan postingan itu dalam keadaan private yang hanya bisa dilihat teman-teman tertentu.

Perekrut memang tidak bisa menolak Anda hanya karena alasan ini. Tapi mereka bisa memberi banyak alasan untuk memilih kandidiat lain.

"Menyiapkan diri untuk wawancara kerja saat ini termasuk memastikan bahwa setiap setiap informasi yang kamu keluarkan adalah sesuatu yang ingin orang lihat," kata David Blacker selaku headhunter dilansir My Domaine.

3. Posting-an yang Kontradiktif

Berhati-hati pula dalam memberitahu para pengikut mengenai kegiatan Anda di keseharian. Misalnya ketika Anda bolos kerja untuk melakukan wawancara di perusahaan lain dengan alasan ke luar kota.

Kala itu, tak perlu menginformasikan tempat dimana Anda interview sehingga membuat rekan atau atasan curiga.

4. Kesalahan Tata Bahasa

Berdasar survei dalam Jobvite, 66% perekrut menolak kandidat pelamar dengan bahasa Inggris yang kurang baik. Untuk itu, periksa kembali setiap kata yang akan Anda tulis di media sosial. Jangan sampai hal itu menjadi penghalang Anda untuk mendapatkan pekerjaan impian.

5. Menindas

Meski memudahkan orang berbagi momen, kehadiran media sosial juga memicu terjadinya cyber bullying atau penindasan online.

Jadi pastikan Anda bukan salah satu orang yang melakukannya. Jika ada orang atau akun yang mengganggu Anda sebelumnya, coba balas atau hubungi dia melalui pesan pribadi. Hindari membuat kesan bahwa Anda orang yang mudah tersulut emosi.
(De)
Komentar