Krisis Dana, Harapan Rio Haryanto Balapan F1 Terancam Sirna

Kamis, 21 Januari 2016 20:45
Krisis Dana, Harapan Rio Haryanto Balapan F1 Terancam SirnaRio Haryanto @kompas.com
Seperti yang kita tahu sebelumnya, Manor Marussia telah menawarkan kepada Rio Haryanto untuk tampil di balapan mobil paling akbar, Formula 1 tahun 2016.

Namun sayangnya, kesempatan itu menjadi sangat sulit direalisasikan karena Rio harus mengumpulkan uang setidaknya 15 juta Euro untuk keperluan operasional selama semusim.

Sejauh ini Rio hanya mampu mengumpulkan dana sebesar 5,2 juta Euro yang ia dapatkan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta beberapa kementerian.

Kesempatan Rio untuk balapan dengan sang idola, Lewis Hamilton seolah pudar karena tenggat waktu yang diberikan Manor Marussia semakin sempit.

Juru bicara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Gatot Dewa Broto mengatakan, "Kami belum ada solusi untuk mendapatkan kekurangan 9,8 juta euro, sementara kita juga sudah dikejar deadline. Ini sudah perpanjangan yang ketiga kalinya."

Pada 14 Januari 2016 kemarin, Kemenpora sebenarnya sudah menjadwalkan acara penggalangan dana untuk membantu Rio. Namun adanya bom di Sarinah membuat acara tersebut gagal digelar.

"Kami sudah berbicara dengan tim Manor ingin membuat acara pengumpulan dana. Namun gagal karena ada kejadian bom di Ibu Kota. Manor memahaminya karena sudah menjadi berita besar di seluruh dunia," lanjut Gatot.

Kemenpora juga sudah berkomunikasi dengan ibunda Rio, Indah Pennywati. Ia harus rela putranya tidak ikut dalam F1 jika belum ada uang yang masuk ke Manor sampai tenggat waktu yang diberikan.

Gatot mengatakan, "Bu Indah sudah bilang bisa diundur, tapi jangan terlalu lama. Dia inginnya akhir pekan ini atau awal pekan depan ada penggalangan dana. Kalau telat posisi Rio bisa diisi driver lain."

"Ini adalah saat-saat yang sangat kritis sekali. Kalau itu tidak bisa (dana tidak terkumpul), ya bye-bye, meski saya tidak enak menyebutnya," tandasnya.

(mks)
Komentar