5 Kunci Buat Pernikahan Langgeng

Senin, 11 Januari 2016 05:00
5 Kunci Buat Pernikahan LanggengIlustrasi pernikahan @hopelessnation.com
Semua orang pasti menginginkan sebuah pernikahan yang langgeng dan harmonis hingga akhir hayat, sebab pernikahan adalah acara yang sakral.

Pada dasarnya setiap pasangan bermimpi dapat membangun rumah tangga yang bahagia dengan cara mereka sendiri. Hanya saja, Anda membutuhkan beberapa kunci untuk bisa mencapai pernikahan yang langgeng dan bahagia.

Dilansir dari laman lifehack.org, Dr. John Gottman seorang kepala peneliti dan psikolog yang telah menghabiskan 40 tahun meneliti memberikan 5 kunci pernikahan langgeng berikut ini:

1. Memulai Obrolan dengan Rasa Pengertian

Saat mengobrolkan hal-hal yang sensitif, jangan mulai obrolan dengan hal-hal yang menyakiti hati, menyinggung perasaan, atau kritik. Mulailah dengan rasa pengertian. Anggap pasangan Anda berada di posisi yang sama.

2. Komplain Boleh, Tapi Hindari Kritik

Komplain boleh dilakukan asal jangan sampai merembet sampai mengkritik atau merendahkannya. Jika komplain mulai berubah jadi kritikan, keharmonisan hubungan bisa makin luntur.

3. Hindari Hinaan

Hindari memanggil pasangan dengan sebutan buruk, menghina kekurangannya, atau mengejek kelemahannya. Hubungan yang sehat akan sulit diperoleh kalau masih ada hinaan atau sikap saling merendahkan antar pasangan.

4. Kalau Memang Bersalah, Akui dan Minta Maaf

Biasakan untuk mengatakan maaf jika memang berbuat salah. Tak ada gunanya untuk mengelak atau membela diri jika kita memang berada di pihak yang bersalah. Selain itu, biasakan untuk menyelesaikan sebuah masalah dengan kepala dingin dan diskusi yang sehat.

5. Hindari Perang Dingin atau Sikap Saling Diam

Penelitian Gottman menyebutkan bahwa dari 85 persen pernikahan, pria kerap jadi pihak yang mendiamkan pasangannya. Sementara wanita punya kemampuan lebih dalam menenangkan dirinya di situasi tertekan.

Perang dingin dan sikap saling diam (apalagi kalau sedang ada masalah) sebaiknya dihindari. Hal ini bisa jadi tanda awal kehancuran rumah tangga yang selama ini Anda bangun.
(De)
Komentar