Ditemukan 4 Gen yang Bikin Umur di Atas 100 Tahun

Jum'at, 01 Januari 2016 15:00
Ditemukan 4 Gen yang Bikin Umur di Atas 100 TahunSalustiano Sanchez, pria yang mati di usia 112 tahun @telegraph.co.uk
Kebanyakan orang pasti menginginkan umur yang panjang. Namun kita tahu bahwa selama ini masih sedikit orang yang mampu bertahan sampai usia di atas 100 tahun dalam keadaan sehat. Terkait masalah ini, ilmuwan telah menemukan 4 gen yang diklaim mampu membuat seseorang hidup sampai 100 tahun, dilansir Science Alert, Rabu (30/12/2015).

Ilmuwan menemukan keempat gen tersebut dengan cara menganalisis genom beberapa orang tua yang berhasil hidup di usia 90 tahun. Hubungan antara genetika dan penuaan memang telah menarik minat ilmuwan selama beberapa tahun terakhir.

Temuan terbaru ini menjelaskan mengapa orang tertentu hidup dengan baik di luar angka harapan hidup mereka. Dengan ditemukannya gen ini, diharapkan bisa menjadi pengobatan penyakit yang berhubungan dengan usia atau bagi siapa saja yang ingin hidup lebih lama.

Gen yang dimaksud oleh para ilmuwan ini adalah ABO (yang menentukan golongan darah), CDKN2B (yang mengatur siklus hidup sel), SH2B3 (terbukti memperpanjang umur lalat buah), serta HLA (terlibat dalam proses bagaimana sistem kekebalan tubuh mengenali sel kita sendiri).

Gen-gen tersebut bergabung menjadi sebuah varian dari APOE yang sebelumnya telah dikaitkan dengan Alzheimer sebagai gen kelima yang dianggap paling dekat hubungannya dengan kemampuan memperpanjang umur.

Dilansir Time, ahli genetika Stuart Kim dari University of Stanford mengatakan, "Tampaknya jelas bahwa menghindari penyakit adalah bagian dari strategi menjadi seorang centenarian (orang yang hidup 100 tahun atau lebih)."

"Tapi ada dogma yang benar-benar kuat yang menyatakan bahwa centenarian tidak akan kehabisan gen penyakit. Semua manfaat kelangsungan hidup mereka berasal dari perlindungan dari gen antipenuaan. Saya pikir dogma itu salah," lanjutnya.

Berkutat dengan empat gen inilah Tim dan tim ilmuwannya mampu mengidentifikasi gen baru yang mampu memprediksi umur seseorang atau bahkan mempengaruhi berapa lama seseorang hidup.

Meski dikatakan hal itu hampir mustahil, namun Kim yakin masih banyak hal yang bisa dipelajari. "Jumlah data akan naik dengan sangat cepat, dan cara kita menangani data itu juga meningkat seiring waktu. Saya optimistis bahwa dalam hidup kita atau anak-anak kita, akan ada kemajuan ilmiah yang luar biasa yang bisa mengubah cara kita berpikir tentang umur panjang," tandasnya.

(mks)
Komentar