Terobsesi Kurus Gadis Ini Hampir Kehilangan Nyawanya

Rabu, 23 Desember 2015 14:15
Terobsesi Kurus Gadis Ini Hampir Kehilangan NyawanyaElle Lietzow sesudah dan sebelum diet @dailymail.co.uk
Sebagian besar wanita menginginkan untuk memiliki tubuh yang langsing. Hal ini karena tak sedikit orang menganggap bahwa wanita dengan tubuh langsing sangat terlihat cantik. Hal ini akhirnya membuat gadis bernama Elle Lietzow hampir kehilangan nyawanya gara-gara melakukan diet ketat.

Dilansir dari dailymail.co.uk, berawal dari obsesinya memiliki tubuh kurus dan populer, ia nekat diet ketat sampai puasa selama seminggu penuh dengan tidak minum ataupun makan sama sekali.

Jempol kaki dan jari-jarinya tak mendapat aliran darah. Kukunya bahkan sangat rapuh, berwarna kehitaman, dan gampang patah. Rambut pirangnya rontok parah. Siklus haidnya berhenti. Tubuhnya tinggal kulit dan tulang seperti mayat hidup saja. Dokter bahkan terkejut ia masih bisa bertahan hidup dengan indeks massa tubuh 12 (yang normalnya sekitaran 18,5-24,9).

Elle Lietzow @dailymail.co.uk

"Aku ingin kurus agar bisa diterima semua orang. Aku bisa dapat banyak sekali teman ketika bobotku tak sengaja berkurang saat ikut renang dan semua orang memujiku. Aku berpikir meski aku berhenti renang aku akan tetap membuat tubuhku kurus agar mereka masih mau berteman denganku. Karena kalau bobotku naik, tak ada lagi yang mau berteman denganku," ungkap Elle.

Gadis yang kini berusia 19 tahun asal Melbourne, Australia ini mengaku dulu sering di-bully. Meski berat badannya hanya kelebihan beberapa kilogram, teman-teman sekolahnya suka menendang dan mendorongnya.

Bahkan Elle diejek paus gendut ketika berjalan di lapangan bermain. Saat akhirnya bergabung di tim renang dengan jadwal latihan ketat enam jam per hari, bobotnya berkurang dan dapat banyak teman.

Tapi Elle berhenti ikut tim renang karena ingin fokus ke sekolahnya. Agar bobot badannya tetap stabil, ia olahraga dua jam sebelum sekolah dan jalan kaki jauh di dekat rumahnya. Dia pun mulai berdiet dengan hanya makan ikan dan sayuran.

Dalam dua bulan, bobotnya turun 12 kilogram dan masuk rumah sakit untuk pertama kalinya. Keluarga dan teman-temannya menyuruhnya untuk menaikkan bobotnya lagi. Elle akhirnya malah tak bisa mengendalikan nafsu makannya dan bobotnya naik jadi 78 kilogram.

Elle Lietzow @dailymail.co.uk

Merasa jijik dengan tubuhnya sendiri, Elle mulai diet lagi. "Kebiasaan makan sehat akhirnya berubah jadi hanya kebiasaan makan salad atau kubis kukus untuk makan malam yang dibumbui banyak garam. Lalu aku berhenti makan total," kata Elle. Dalam beberapa bulan saja, bobotnya berhasil turun 40 kilogram.

Namun, efek sampingnya dia jadi susah bangun dari tempat tidur dan harus di rumah tak bisa ke sekolah. Dia mulai merasa kalau nyawanya terancam. "Tubuhku memberiku sinyal kalau aku sebenarnya sedang membunuh diriku sendiri. Jadi aku harus berhenti," kata Elle.

Hubungannya dengan orang tua dan teman-temannya juga makin renggang. Elle jadi sering bohong dengan kebiasaan makan dan olahraganya yang di luar batas wajar. Namun pada akhirnya ia mengaku pada sang ibu bahwa ia sengaja menahan rasa lapar.

Saat dilarikan ke rumah sakit, hati dan ginjalnya mengalami masalah. Dengan berat badan yang hanya 35 kilogram, Elle harus segera melakukan perubahan total. Kini pola makan Elle berubah. Ia jadi seorang vegetarian.

Elle Lietzow dan sang ibu @dailymail.co.uk

"Hidupku sekarang berubah setelah proses penyembuhan itu. Aku sekarang sudah lebih mudah bergaul, aku jalan-jalan dengan teman-temanku dan tak lagi menutup diri. Aku ingin menginspirasi orang lain melalui Instagram dan YouTube dengan gaya hidup vegetarianku. Pesan yang ingin aku sampaikan pada para penderita anoreksia adalah satu-satunya orang yang bisa menyelamatkanmu adalah dirimu sendiri. Kamu harus membuat perubahan kalau mau tetap hidup," papar Elle.
(De)
Komentar