Indonesia Raih 2 Medali Emas di Olimpiade Sains Junior

Senin, 14 Desember 2015 12:50
Indonesia Raih 2 Medali Emas di Olimpiade Sains JuniorBocah Indonesia di ajang internasional @santa-angela.sch.id
Dalam ajang Olimpiade Sains Junior atau International Junior Science Olympiad yang digelar di Daegu, Korsel pada 2-11 Desember kemarin, 12 perwakilan pelajar SMP dari Indonesia berhasil mengukir prestasi membanggakan.

12 Peserta didik tersebut berhasil pulang dengan medali. Dua medali emas, delapan medali perak, dan dua medali perunggu, demikian diungkapkan oleh Dirketur Pembinaan SMP, Direktoran Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Supriano.

Dalam keterangan pers di Jakarta, Supriano mengatakan, "Mereka berhasil meraih 12 medali masing-masing 2 medali emas, 8 medali perak dan 2 medali perunggu."

Kemenangan di Korsel ini tentu menjadi kebanggaan bagi Indonesia. Kemenangan ini sekaligus menjadi catatan prestasi dalam perjalanan IJSO bagi Indonesia, serta menjadi prestasi tambahan pada akhir tahun.

Dalam kompetisi internasional ini, Indonesia menurunkan dua tim yang terdiri dari enam leader, 12 siswa, serta dua pendukung teknis.

Peraih medali emas dalam ajang ini adalah siswa SMPI Al Azhar 8, Bekasi, Hilya Nadhira Imam dan siswa SMP Mawar Sharon Christian School, Surabaya, Ivander Jonathan Marella Waskito.

Kendati demikian, Supriano mengatakan jika perjuangan Indonesia memang tidak mudah untuk menandingi tuan rumah maupun negara peringkat teraras di IJSO 2014. Indonesia mendapatkan 2 medali emas dari total yang diperebutkan 25 emas, 50 perak, serta 77 perunggu.

Tim pembina IJSO Indonesia, Ridwan mengatakan jika tes kompetisi IJSO kali ini meliputi teori, pilihan ganda, serta praktikum. Ketiganya diperuntukkan pada tiga bidang, yakni Kimia, Fisika, dan Biologi.

Ada sepuluh pertanyaan pada pilihan ganda pada ketiga bidang tersebut dengan kualitas yang menurut Ridwan baik. Ridwan mengatakan jika soal yang diujikan mampu mengukur kemampuan siswa dalam mengembangkan silabus yang ada.

"Materi soal tidak terlalu sulit, para siswa diajak untuk mampu mengembangkan logika dan inovasi pengembangan konten yang diujikan," ujarnya.

IJSO Korea Selatan ini diikuti oleh 249 dari 40 negara yang tergabung dalam IJSO dan beberapa observer negara lain.

(mks)
Komentar