Sering Bersyukur Mampu Kurangi Risiko Penyakit Jantung

Sabtu, 19 Desember 2015 05:00
Sering Bersyukur Mampu Kurangi Risiko Penyakit JantungIlustrasi bersyukur @cnnindonesia.com
Meski sepele dan sangat mudah dilakukan, namun tidak semua orang mampu dan selalu ingat untuk bersyukur. Padahal, meski tampak sederhana namun rasa syukur dapat memberikan dampak yang baik untuk kesehatan jiwa dan fisik.

Sebuah penelitian membuktikan bahwa orang yang banyak bersyukur, terbukti punya kesehatan jantung yang baik. Sikap positif seperti itu akan menjauhkan manusia dari depresi, atau stres.

Profesor Paul Mills dari University of California San Diego School of Medicine mengungkapnya seperti berikut: Sikap mental yang baik seperti selalu bersyukur akan mengurangi level depresi, stres dan kecemasan yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, jelasnya.

Penelitian yang dilakukan oleh Mills dan tim ilmuwan lainnya mengamati kondisi kesehatan jantung 186 pria dan wanita di usia senja.

Laman Health melansir, bahwa metode penelitiannya adalah dengan kuisoner. Responden tersebut diminta untuk menjawab sejumlah pertanyaan terkait penelitian. Perilaku positif ternyata ada kaitannya dengan kesehatan jantung para lansia tersebut.

Mereka yang lebih mampu mensyukuri kondisi orang-orang, tempat tinggal, berbagai hal yang terkait dengan kehidupan, diketahui punya tingkat inflamasi rendah di organ penting seperti jantung.

Inflamasi atau peradangan yang rendah di jantung merupakan tanda bahwa ia dalam kondisi sehat.

Mills dan tim nya pun melakukan uji kesehatan terhadap 40 pasien penyakit jantung, terkait tingkat peradangan dan irama detak jantung mereka. Setelahnya, para pasien diharuskan menjawab pertanyaan tentang hal yang mereka syukuri dalam masa sepekan terakhir.

Beberapa pertanyaan lain juga harus mereka jawab seperti kondisi keluarga, anak, hewan peliharaan, makanan lezat, dan hal lainnya. Bentuk jawaban harus berupa tulisan dan ulasan cerita.

Pada periode dua bulan, Mills melakukan uji ulang pada kondisi jantung terkait peradangan dan irama detak jantung. Hasilnya, kondisi kesehatan mereka lebih baik dibanding sebelumnya.

Menurut sang profesor, ternyata aktifitas menuliskan apa yang terjadi dan dirasakan oleh pasien jantung membuat kondisi mereka jauh lebih baik.

Fokuslah pada apa yang Anda miliki, bukan kepada apa yang tidak Anda miliki. Itu akan membantu Anda bersyukur, katanya lebih lanjut
(De)
Komentar