4 Cara Jauhkan Dampak Psikologis Karena Hutang

Rabu, 02 Desember 2015 13:40
4 Cara Jauhkan Dampak Psikologis Karena HutangIlustrasi stres karena tagihan kartu kredit @staticflickr.com
Hutang adalah masalah keuangan yang membuat semua orang rentan stres dan tertekan. Hal ini dipicu oleh pemasalahn ekonomi dalam sebuah keluarga. Dan ternyata permasalahan hutang bisa mempengaruhi kesehatan seseorang.

Amy Morin, psikoterapis Amerika Serikat sekaligus penulis The 13 Things Mentally Strong People Dont Do menyebutkan, permasalahan keuangan seringkali menyebabkan kondisi kesehatan mental terganggu.

Amy mengatakan para peneliti menyimpulkan orang yang mempunyai hutang berisiko mendapat gangguan mental tiga kali lebih besar dibanding orang yang tidak punya hutang.

Gangguan mental tersebut seperti depresi, gangguang kecemasan, kondisi psikotik atau kacau, dapat terjadi ketika mempunyai hutang dan kesulitan memperoleh cara membayarnya.

Dilansir dari laman Tribunnews.com, berikut 4 cara agar terbebas dari lilitan hutang.

1. Motivasi dan kontrol diri yang Kuat

Memiliki motivasi yang kuat membuat niat dan kontrol tertanam dalam diri untuk bertekad lepas dari jeratan hutang.

Amy Morin dalam tulisan lain mengatakan bahwa motivasi dan kontrol diri bisa terus dikembangkan lewat berbagai cara. Salah satunya membayar hutang mulai dari yang terkecil nominalnya.

Alasannya, kepercayaan diri dan motivasi akan tumbuh jika Anda berhasil membayar hutang demi hutang. Seiring perjalanan waktu, Anda pun akan berani untuk membayar hutang yang jumlahnya lebih besar.

Selain itu, budget perencanaan keuangan Anda pun akan menjadi lebih teratur dan tercatat rapi secara tidak langsung.

Membayar hutang bukan cuma soal uang dan angka, tapi juga tes ketahanan mental, tegas Amy.

2. Alokasikan Hutang Maksimal 30% dari Gaji

Menurut sebagian besar financial planner ternama, alokasi yang ideal adalah 30 persen dari gaji. Alokasi sebesar itu membuat perencanaan keuangan dan arus kas sehari-hari menjadi seimbang atau bahkan positif.

Hutangnya sendiri harus dicermati lebih dalam. Apakah utang produktif atau konsumtif? Contoh utang produktif adalah utang pembelian rumah. Itu akan membuat Anda secara tidak langsung mempunyai investasi untuk masa depan.

Sementara contoh utang konsumtif adalah pembayaran cicilan kartu kredit atau kredit tanpa agunan. Jenis utang satu itu harus wajib cepat-cepat dilunasi agar pengelolaan keuangan dan gaji bulanan senantiasa sehat.

3. Gunakan Uang Cash

Menurut penelitian yang dilakukan New York University dan University of Maryland, Amerika Serikat seperti tercantum dalam Journal of Experimental Psychology tahun 2008, orang yang belanja dengan kartu kredit dan voucher belanja cenderung membeli barang-barang mewah secara tidak sadar.

Jika Anda sudah mulai merasa demikian, ada baiknya mulai menghentikan penggunaan kartu kredit.

4. Dukungan Keluarga dan Sahabat

Tidak bisa dipungkiri, dukungan keluarga dan sahabat bisa membuat perencanaan membayar hutang menjadi lebih ringan. Jangan sia-siakan kepercayaan mereka.

Layaknya permasalahan lain, hutang juga memiliki dampak yang kurang baik terhadap sisi psikologis. Oleh karena itu selalu sediakan telinga yang siap mendengar saran dari keluarga dan sahabat.
(De)
Komentar