Cara Mengunyah Bisa Prediksi Kematian

Jum'at, 09 Oktober 2015 20:15
Cara Mengunyah Bisa Prediksi KematianMengunyah makanan @blog.foodnetwork.com
Mustafa Ozilgen dari Departemen Food Engineering di Universitas Yeditepe, Turki dalam penelitiannya mengatakan jika cara mengunyah seseorang bisa dijadikan pedoman untuk memprediksi kematiannya.

Dilansir Science Daily, Ozilgen mengatakan, "Hal ini didasarkan pada Hukum Kedua Termodinamis."

Hukum tersebut menyatakan, dalam kekacauan termodinamika, proses termodinamik berlangsung secara irreversible atau tak dapat dikembalikan.

Onzilgen mengatakan jika manusia dalam keadaan mengunyah akan mengalami penambahan tingkat entropi atau perubahan termodinamika yang terjadi di otot masseter (pengunyah). Jika entropi mencapai batas, maka organisme yang bersangkutan akan mati karena hukum yang tak bisa dikembalikan.

Manusia yang hidup selama 76 tahun rata-rata menghasilkan 10 kilojoule per Kelvin entropi dalam otot masseter. Angka tersebut diketahui dari energi mengunyah yang mereka lakukan dari bayi hingga meninggal.

Sementara orang obesitas (kegemukan), tentu akan mengalami proses mengunyah yang lebih banyak, sehingga kemungkinan mereka mati bisa lebih cepat lima tahun, demikian yang disebutkan dalam penelitian tersebut.

Onzilgen menambahkan jika mencatat secara detail energi yang dihasilkan otor setiap kali mengunyah akan bisa menentukan entropi otot masseter di laboratorium. Artinya, usia seseorang untuk mati bisa diprediksi secara lebih detil.

Namun tentu semua itu kembali pada takdir Tuhan. Penelitian ini tidak bisa dijadikan sebagai dasar untuk menentukan kapan seseorang akan mati. Penemuan ilmuwan yang semakin canggih terkadang memang terdengar tak masuk akal.

(mks)
Komentar