Dicurigai Teroris, Muslimah Dilarang Buka Kaleng Soda di Pesawat

Senin, 01 Juni 2015 14:45
Dicurigai Teroris, Muslimah Dilarang Buka Kaleng Soda di PesawatTahera Ahmad dicurigai teroris oleh pramugari pesawat @reuters.com

Seorang muslimah bernama Tahera Ahmad mengalami pelayanan tak mengenakan ketika terbang menggunakan maskapai Shuttle America. Dosen dari Universitas Northwestern, Amerika Serikat dilarang meminum minuman bersoda dari kaleng yang ditutup. Pramugari yang melarang khawatir kaleng soda itu akan dijadikan senjata.

Kejadian bermula saat Tahera dalam penerbangan dari Kota Chicago menuju Washington D.C di maskapai Shuttle America. Dia saat itu dalam jadwal menghadiri sebuah konferensi.

Dia mengaku malu atas kejadian itu, pasalnya, dia merasa didiskriminasi karena seorang muslim. Padahal, penumpang di sebelahnya meminum minuman berkaleng yang sama namun tidak diperlakukan seperti dirinya.

Usai kejadian itu, Tahera curhat di Facebook.

"Kami tidak diperbolehkan memberi minuman kaleng yang masih tertutup kepada penumpang karena itu bisa dijadikan senjata di pesawat," kata Tahera menirukan ucapan sang pramugari, dilansir dari Daily Mail, Minggu (31/5).

Dia menjelaskan, saat menanyakan alasan pelarangan itu, pramugari tersebut mengatakan, "Ini supaya Anda tidak menggunakannya sebagai senjata."

Sontak Tahera terkejut. Dia lalu membela diri, namun malah dipermalukan. "Kamu muslim, tutup mulutmu. Ya, kamu bisa menggunakannya sebagai senjata. Jadi tutup mulutmu," kata seorang pria yang duduk tak jauh dari Tahera.

"Saya merasakan kemarahan dalam nada bicaranya dan matanya yang melotot. Saya tak tahan lalu menangis. Saya mengira orang lain akan membela atau mengatakan sesuatu," keluh Tahera.

Terkait insiden yang dialami Tahera dan kini menjadi viral tersebut, juru bicara maskapai angkat bicara. Menurut mereka, apa yang terjadi saat itu bukan tindakan diskriminasi.

Tahera menuturkan jika pramugari dan pilot itu sudah meminta maaf padanya.

Tahera rupanya bukan muslimah biasa. Dia mendapatkan penghargaan dari Gedung Putih karena jasanya bagi komunitas muslim Amerika. Tak hanya itu, Tahera juga ditunjuk Kementerian Luar Negeri Amerika sebagai utusan ke Afganistan.

(Nay)
Komentar