Media Sosial Picu Perceraian

Minggu, 31 Mei 2015 20:00
Media Sosial Picu PerceraianIlustrasi pasangan bertengkar @clubtacones.cl
Satu dari tujuh warga Inggris telah memikirkan penceraian karena pasangan mereka menghabiskan terlalu banyak waktu di media sosial, demikian dikatakan oleh salah satu perusahaan asal Inggris.

Penelitian lain yang dilakukan oleh kantor pengacara Slater dan Gordon juga mengatakan bahwa salah satu media sosial, yakni Facebook adalah media sosial yang paling berbahaya hingga bisa merusak pernikahan.

Andrew Newbury, kepala lembaga hukum Slater dan Gordon dalam sebuah pernyataan online mengatakan, "Lima tahun lalu, Facebook jarang disebutkan dalam konteks berakhirnya sebuah perkawinan, tapi sekarang telah menjadi hal yang lumrah bagi klien untuk mengutip dari media sosial atau sesuatu yang mereka temukan di media sosial, sebagai alasan untuk perceraian."

"Kami menemukan bahwa media sosial adalah sebuah ladang ranjau yang baru dalam pernikahan," tambahnya.

Dalam seminggu, setidaknya ada satu argumen dipermasalahkan yang melibatkan media sosial pada seorang yang telah menikah. Ironisnya, hal itu terjadi pada sekitar 25 persen pasangan.

Dilansir Geek Wire, hampir dari 17 persen mengatakan mereka berjuang setiap dari lebih dari sesuatu yang mereka temukan tentang pasangan mereka.

Sekitar 58 persen pasangan mengetahui rincian log-in pasangan mereka. Hal itu karena mereka penasaran apa dan dengan siapa mereka berbicara menggunakan sosial media.

Selain itu pasangan juga ingin mengetahui tentang kebenaran yang dikatakan pasangannya di dunia maya.
(mks)
Komentar