4 Penyebab Pasangan Selingkuh

Jum'at, 29 Mei 2015 20:30
4 Penyebab Pasangan SelingkuhIlustrasi @geeksandcleats.com
Untuk membangun rumah tangga yang aman, rukun, dan bahagia, kesetiaan adalah kunci utama yang harus dimiliki setiap pasangan.

Belum lama ini sebuah studi menyebutkan jika setidaknya 10 persen hubungan pernikahan berakhir dengan penceraian karena alasan ketidaksetiaan.

Fakta yang lebih mengejutkan mengatakan jika pasangan yang merasa tidak puas dan bahagia dengan pernikahannya cenderung lebih memilih selingkuh sebelum akhirnya memutuskan untuk cerai.

Dilansir dari Boldsky, berikut beberapa alasan mengapa pasangan selingkuh.

Bosan

Sebagian besar orang memang menganggap jika rasa bosan terhadap pasangan adalah hal yang wajar, apalagi jika mereka telah bersama selama bertahun-tahun.

Namun perlu diketahui jika rasa bosan adalah awal dari lunturnya rasa setia.

Sebagian pasangan mampu mengatasi rasa bosan dengan pasangan secara baik. Namun juga tidak sedikit seseorang yang lebih memilih orang lain daripada memperbaiki hubungan dengan pasangannya.

Hal itu tentu saja sangat berbahaya bagi kesehatan rumah tangga, tan tidak menutup kemungkinan seseorang akan benar-benar bosan dengan pasangannya.

Merasa Diacuhkan

Kemungkinan selingkuh akan lebih meningkat jika seseorang merasa diacuhkan oleh pasangannya.

Kemudian mereka akan mencari orang lain bisa memberikan perhatian dan kasih sayang yang mungkin tidak ia dapat dari pasangannya.

Jika sudah seperti itu, maka kemungkinan besar dalam waktu yang berkelanjutan ia akan selingkuh dari pasangannya.

Selalu Ingin Lebih

Seseorang yang menganggap pasangannya kurang dari apa yang diinginkan adalah sesuatu yang wajar, apalagi jika sedang dalam kondisi bertengkar.

Bahkan tidak jarang seseorang yang telah memiliki rumah tangga tak bermasalah menjadi merasa kebahagiaan dan kesenangan yang ia dapatkan tidak membuatnya puas.

Hal itu dapat diselesaikan jika pasangan memiliki komunikasi yang baik. Namun jika tidak, mereka kemungkinan besar akan melampiaskan ketidakbahagiaannya kepada orang lain yang akhirnya menimbulkan perselingkuhan.

Tidak Puas

Dalam sebuah studi dikatakan, sekitar hampir 50 persen pasangan tidak puas akan kehidupan pernikahannya, dan cepat atau lambat akan berakhir dengan penceraian. Sebaiknya seseorang tidak menaruh ekspsektasi kepuasan yang tinggi sehingga kehidupannya sederhana dan bahagia.
(mks)
Komentar